Garut, 6 Mei 2026 — Pekan Keterampilan dan Seni Pendidikan Agama Islam (PENTAS PAI) jenjang Sekolah Dasar (SD) tingkat Kecamatan Garut Kota kembali digelar di Kompleks SDN 5, 6 Regol Ranggalawe, R.A. Lasminingrat Jl. Ranggalawe No. 1, Kelurahan Regol, Kecamatan Garut Kota, dengan melibatkan 67 satuan pendidikan. Tahun ini, kegiatan tersebut diproyeksikan diikuti sekitar 650 peserta yang akan berkompetisi dalam delapan mata lomba. Secara resmi kegiatan dibuka oleh Koordinator Pengawas, Pudin, S.Pd., M.Pd.,
Adapun cabang lomba yang dipertandingkan meliputi Lomba Cerdas Cermat PAI (LCCP), Lomba Da’i Cilik (LDC), Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ), Lomba Kaligrafi Islam (LKI), Lomba Praktik Salat Berjama’ah (LPSB), Lomba Seni Qasidah Rebana (LSQR), serta Lomba Praktik Adzan (LPA).

Kegiatan yang rutin diselenggarakan oleh Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI) Kecamatan Garut Kota ini menjadi ajang pembinaan sekaligus evaluasi kemampuan siswa dalam bidang keagamaan. Namun demikian, tren partisipasi peserta dari tahun ke tahun menunjukkan penurunan. Pada tahun 2024 tercatat sebanyak 1.200 peserta, kemudian menurun menjadi 856 peserta pada tahun 2025, dan tahun ini diperkirakan hanya mencapai sekitar 650 peserta.

Ketua KKG PAI Kecamatan Garut Kota, Risman Zakaria, S.Pd.I., menyampaikan keprihatinannya atas penurunan jumlah peserta tersebut. Menurutnya, PENTAS PAI bukan hanya sekadar ajang kompetisi bagi siswa, tetapi juga menjadi tolok ukur keberhasilan pembinaan guru Pendidikan Agama Islam di masing-masing satuan pendidikan.
“PENTAS PAI ini sejatinya bukan hanya mengukur kemampuan siswa, tetapi juga menjadi refleksi bagi para guru PAI dalam membina peserta didiknya. Kami berharap ke depan ada upaya bersama untuk meningkatkan kembali partisipasi,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki peran strategis dalam membangun pondasi generasi bangsa yang kokoh, tidak hanya dari sisi kognitif, tetapi juga aspek akhlak, karakter, afektif, dan konatif.

Sementara itu, Ketua Pelaksana PENTAS PAI Kecamatan Garut Kota, Ade Yusup, S.Pd.I., M.Pd., MCE, menilai bahwa penurunan jumlah peserta tidak sepenuhnya menjadi indikator negatif. Ia justru menyoroti adanya peningkatan kualitas penampilan peserta secara signifikan.
“Secara kuantitas memang terjadi penurunan, namun kualitas penampilan tahun ini menunjukkan peningkatan yang sangat baik. Hal ini menandakan proses pembinaan di sekolah berjalan lebih serius, terarah, dan selektif,” ungkapnya.
Menurutnya, orientasi PENTAS PAI kini tidak lagi sekadar mengejar jumlah peserta, melainkan lebih menitikberatkan pada penguatan kompetensi, kreativitas, serta pendalaman nilai-nilai keagamaan yang tercermin melalui seni.

Ade Yusup juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh satuan pendidikan yang tetap konsisten berpartisipasi. Ia menegaskan bahwa dedikasi kepala sekolah dan guru pembimbing menjadi kunci utama dalam menjaga keberlanjutan prestasi peserta didik.
“Kami berharap para juara yang terpilih benar-benar menjadi representasi terbaik Garut Kota yang siap bersaing di tingkat kabupaten hingga nasional. Dengan pembinaan yang berkelanjutan, kami optimistis mereka mampu mengharumkan nama daerah,” tambahnya.
Ia pun mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat kolaborasi dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berakhlakul karimah dan kreatif.
“Garut Kota, Hebat dan Bermartabat,” pungkasnya.
Pemerintah turut menaruh harapan besar terhadap keberlangsungan kegiatan ini sebagai bagian dari upaya membentuk generasi yang beriman, berakhlak mulia, serta memiliki keseimbangan antara kompetensi akademik dan nilai-nilai spiritual.
Dengan berbagai tantangan yang ada, pelaksanaan PENTAS PAI diharapkan tetap menjadi momentum strategis dalam memperkuat pendidikan agama Islam di tingkat dasar, sekaligus mendorong sinergi yang lebih erat antara sekolah, guru, dan seluruh pemangku kepentingan. (Jajang Sukmana)































