GARUT — Dinas Pendidikan Kecamatan Garut Kota menggelar rapat bulanan di Aula PGRI Kecamatan Garut Kota, Rabu (7/10/2026). Kegiatan tersebut diikuti sebagian kepala sekolah dari 70 sekolah dasar (SD) yang berada di wilayah Kecamatan Garut Kota.
Rapat bulanan tersebut menjadi forum pembinaan sekaligus penyampaian berbagai informasi kedinasan, program pendidikan, serta evaluasi sejumlah kegiatan yang akan dilaksanakan di tingkat sekolah maupun Kabupaten Garut.
Pembinaan dibuka Koordinator Pengawas (Korwas) Kecamatan Garut Kota, Pudin, bersama pengawas Wawan Sopyan dan Ajat Sudrajat. Hadir pula Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K2S), Ketua Kwarran, serta Wakil Ketua II PGRI Cabang Garut Kota, Sudrajat Cahya Gumilar.

Dalam arahannya, Pudin menyampaikan sejumlah agenda penting yang perlu dipersiapkan sekolah, di antaranya Lomba Cepat Tepat (LCT) bagi peserta didik kelas IV hingga VI. Setiap sekolah akan mengirimkan satu tim yang terdiri atas lima peserta.
Menurut Pudin, materi LCT antara lain berkaitan dengan numerasi, diharapkan tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga memberikan dampak terhadap peningkatan kemampuan numerasi peserta didik di sekolah.
Selain LCT, pembinaan juga membahas Program Sekolah Adiwiyata sebagai bagian dari upaya mendorong satuan pendidikan membangun kepedulian terhadap lingkungan sekaligus menciptakan budaya sekolah yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Persiapan Penilaian Sumatif Akhir Semester (PSAS) turut menjadi perhatian. Sekolah diarahkan membentuk tim khusus yang bertugas menyusun kisi-kisi dan soal sesuai kaidah serta ketentuan penyusunan instrumen penilaian.
Pembentukan tim tersebut diharapkan dapat memastikan kisi-kisi dan soal memiliki kualitas yang baik, sesuai dengan tujuan pembelajaran, serta mampu mengukur kompetensi peserta didik secara objektif dan terarah.
Sementara itu, Pengawas Wawan Sopyan menjelaskan teknis pelaksanaan LCT yang akan berlangsung melalui dua tahapan, yakni daring dan luring. Pada tahap awal secara daring, kegiatan akan diikuti sekolah dari seluruh wilayah Kabupaten Garut dengan jumlah mencapai 1.536 sekolah.
Tahapan tersebut diawali dengan sosialisasi petunjuk teknis (juknis) dan pengisian formulir peserta. Selanjutnya, dari proses seleksi daring akan diperoleh 42 sekolah terbaik yang masing-masing mewakili 42 kecamatan se-Kabupaten Garut.
Pada tahapan luring, kompetisi dilanjutkan ke babak semifinal dengan mengambil tiga sekolah terbaik dari tiga wilayah. Selanjutnya, tiga tim terbaik akan bertanding pada babak final untuk menentukan juara LCT tingkat Kabupaten Garut.
Dalam rapat tersebut juga disampaikan sejumlah informasi terbaru terkait rotasi dan mutasi, termasuk perkembangan Seleksi Substansi Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) 2026. Informasi mengenai hasil seleksi, jadwal, serta pelaksanaan pendidikan dan pelatihan (diklat) bagi peserta yang dinyatakan lulus turut disampaikan kepada para kepala sekolah.
Selain itu, dibahas pula program revitalisasi sekolah dan penguatan Program Sekolah Hebat sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sarana, pengelolaan, dan layanan pendidikan di tingkat satuan pendidikan.
Pada kesempatan tersebut, Ketua KKPS bersama jajaran pengawas Kecamatan Garut Kota juga menegaskan pentingnya menjaga independensi dan profesionalitas dalam pelaksanaan tugas kedinasan.
Ditegaskan bahwa pengawas maupun KKPS tidak pernah mengarahkan kepala sekolah untuk membeli barang dari produsen tertentu ataupun mengarahkan sekolah melaksanakan kegiatan dengan pihak tertentu yang berkaitan dengan urusan kedinasan.
Penegasan tersebut menjadi bagian penting dari pembinaan agar seluruh kepala sekolah dapat menjalankan tugas secara profesional, transparan, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dengan demikian, seluruh program sekolah diharapkan tetap berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan dan pemberian pelayanan terbaik bagi peserta didik. (Jajang Sukmana)

































