GARUT — Yayasan RAISA (Ratu Amanah Indonesia) bersama IBBN (Indonesia Bersatu Bebas Narkoba) menggelar sosialisasi dan pelatihan SIKBER (Seni Kreativitas Indonesia Bersinar/Bersih Narkoba) bagi kepala sekolah dasar definitif dan pelaksana tugas (Plt.) di Kecamatan Garut Kota. Kegiatan berlangsung di Aula PGRI Cabang Garut Kota, Jalan Jenderal Sudirman No. 1, Kelurahan Kota Kulon, Kamis (29/10/2026).
Mengusung semangat “Ciptakan Generasi Penerus Bangsa yang Bersih dari Narkoba Melalui Edukasi Sejak Dini”, kegiatan ini mengedepankan pendekatan edukasi melalui seni dan kreativitas sebagai upaya menanamkan kesadaran tentang bahaya narkoba sejak usia dini.
Sosialisasi dan pelatihan tersebut dijadwalkan berlangsung selama dua hari. Pada hari pertama, kegiatan diikuti para kepala sekolah dasar, sedangkan hari kedua direncanakan melibatkan guru dan murid. Melalui program ini, peserta diperkenalkan pada berbagai bidang seni yang dapat dimanfaatkan sebagai media edukasi dan kampanye antinarkoba.

Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K2S) Kecamatan Garut Kota, Suwarso, S.Ag., M.Pd., menyampaikan bahwa program yang digagas Yayasan RAISA bersama IBBN tersebut memberikan alternatif pendekatan dalam menyampaikan pesan bahaya narkoba kepada masyarakat pendidikan, khususnya anak-anak.
Beragam bidang kreativitas diperkenalkan dalam pelatihan ini, mulai dari senam, seni peran, vokal, seni lukis, modeling, hingga tari. Melalui kegiatan tersebut, para kepala sekolah tidak hanya menerima materi sosialisasi, tetapi juga berkesempatan mengenal praktik seni peran sebagai sarana menyampaikan pesan edukatif secara menarik dan mudah dipahami.
Suasana pelatihan terlihat dinamis ketika sejumlah kepala sekolah memerankan tokoh dalam adegan seni panggung bertema narkoba. Melalui simulasi tersebut, peserta diajak menyampaikan pesan mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba sekaligus mendorong tumbuhnya kreativitas dalam lingkungan pendidikan.

Selain pelatihan bagi kepala sekolah dan guru, pihak Yayasan RAISA juga menawarkan kesempatan kepada siswa untuk terlibat sebagai pemeran dalam pembuatan film pendek bertema bahaya narkoba. Keikutsertaan siswa ditawarkan berdasarkan keinginan pribadi atau persetujuan orang tua, sehingga partisipasi dalam kegiatan seni tersebut diharapkan tumbuh atas kesadaran dan dukungan keluarga.
Film pendek itu direncanakan menjadi salah satu media untuk menggambarkan bahaya narkoba, dampak penyalahgunaannya, serta pentingnya membangun lingkungan yang sehat dan bebas narkoba. Dengan memanfaatkan seni dan media kreatif, pesan pencegahan diharapkan lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari anak-anak dan mudah diterima oleh kalangan pelajar.
Pelaksanaan kegiatan ini disebut berlangsung atas rekomendasi Dinas Pendidikan Kabupaten Garut. Pihak yayasan kemudian menghubungi sekolah-sekolah secara langsung untuk menyampaikan program sosialisasi dan pelatihan tersebut.
Melalui SIKBER, dunia pendidikan diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba sejak dini, sekaligus membuka ruang bagi siswa untuk mengembangkan potensi dan bakat di bidang seni. Semangat yang diusung pun sederhana, tetapi bermakna: “No Narkoba, Yes Berkarya.” (Jajang Sukmana)















































