Ketua KKPS: LCT SD Garut 2026, Junjung Kejujuran dan Sportivitas

0
13
Ketua Kelompok Kerja Pengawas Sekolah (KKPS) Kabupaten Garut, Wawan Sopyan, S.Pd., M.Pd.

GARUT, Senin (26/10/2026) — Lomba Cepat Tepat (LCT) Sekolah Dasar (SD) Kabupaten Garut Tahun 2026 memasuki babak penyisihan secara daring (online) selama tiga hari berdasarkan pembagian wilayah. Wilayah selatan dijadwalkan Selasa (27/10/2026), wilayah tengah Rabu (28/10/2026), dan wilayah utara Kamis (29/10/2026).

Ketua Kelompok Kerja Pengawas Sekolah (KKPS) Kabupaten Garut, Wawan Sopyan, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa dari 42 kecamatan se-Kabupaten Garut dibagi menjadi tiga wilayah. Peserta dengan nilai tertinggi dari setiap kecamatan, sebanyak 42 peserta, akan melaju ke sesi kedua untuk memperebutkan tiga peserta terbaik dari masing-masing wilayah.

Dengan demikian, sembilan tim terbaik dari tiga wilayah akan bertanding pada babak semifinal secara luring (offline) yang direncanakan berlangsung pada 18 November 2026 di Gedung Pendopo Garut.

Untuk menjamin perlombaan berjalan tertib, adil, dan transparan, panitia menetapkan tata tertib bagi pendamping dan proktor. Proktor bertugas memastikan kesiapan perangkat, kamera pengawas, dan jaringan internet paling lambat 30 menit sebelum lomba dimulai, sedangkan pendamping bertanggung jawab memastikan kehadiran peserta dan menjaga ketertiban lingkungan.

Selama lomba berlangsung, pendamping dilarang memasuki ruang pengerjaan tanpa izin, memberikan bantuan atau isyarat kepada peserta, serta merekam maupun menyebarluaskan soal. Proktor juga dilarang memberikan jawaban atau petunjuk, mematikan kamera dan mikrofon tanpa izin, serta melarang pihak luar masuk keruangan tanpa persetujuan panitia.

Pelanggaran terhadap ketentuan tersebut dapat dikenai teguran, penggantian petugas, hingga diskualifikasi peserta atau regu dari sekolah yang bersangkutan. Pelanggaran juga dapat dilaporkan secara tertulis kepada pimpinan instansi terkait.

“Melalui penerapan tata tertib ini, kami berharap pelaksanaan LCT dapat berlangsung secara jujur, berintegritas, sportif, dan objektif. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga diharapkan mampu mendorong lahirnya peserta didik yang berprestasi dan menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran,” tandas Wawan Sopyan. (Jajang Sukmana)