GARUT, Senin (26/10/2026) — Ada yang berbeda dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Hari Guru Nasional (HGN) ke-32 tingkat PGRI Cabang Garut Kota tahun 2026. Untuk pertama kalinya di Kabupaten Garut, PGRI Cabang Garut Kota menggelar lomba pidato khusus pramu kelas atau penjaga sekolah. Uniknya, lomba ini dikemas dengan konsep borangan atau Ngebodor Sorangan, yakni menyampaikan pidato bernuansa humor yang mengangkat pengalaman dan keseharian para penjaga sekolah.
Bertempat di Gedung PGRI Cabang Garut Kota, Jalan Jenderal Sudirman No. 1, Kelurahan Kota Kulon, Kecamatan Garut Kota, kegiatan ini menghadirkan suasana penuh keakraban dan gelak tawa. Para peserta tampil dengan gaya, ekspresi, serta cerita khas tentang tugas mereka di sekolah, mulai dari datang lebih pagi sebelum kepala sekolah, guru, dan murid tiba, hingga menjalankan berbagai pekerjaan untuk memastikan lingkungan sekolah tetap bersih, aman, dan nyaman.
Penampilan para peserta sukses mengundang tawa penonton. Tak sedikit yang memberikan saweran sebagai bentuk apresiasi dan dukungan terhadap keberanian serta kreativitas peserta di atas panggung. Melalui lomba ini, para pramu kelas yang kerap disebut sebagai pahlawan tanpa seragam mendapat ruang untuk menunjukkan bakat, sekaligus memperlihatkan sisi lain dari kehidupan mereka yang penuh pengabdian.

Lomba tersebut dinilai oleh Koordinator Pengawas (Korwas) Pudin, M.Pd. Kegiatan ini turut dihadiri Ketua PGRI Cabang Garut Kota beserta jajaran pengurus, para ketua ranting, kepala sekolah, dan guru. Pelaksanaannya juga dirangkaikan dengan bazar pakaian layak pakai yang menawarkan berbagai jenis pakaian dengan harga terjangkau, mulai dari Rp1.000 hingga Rp10.000.
Kegiatan dibuka oleh Ketua Pelaksana, Risman Munajat, M.Pd. Sementara itu, acara dipandu oleh Bendahara PGRI Ranting TK, Juhaena, S.Pd., bersama Inggit Subagja, S.Pd., Ketua Ranting 16 dari SMPN 7 Garut yang juga merupakan anggota Bidang Kesenian PGRI Cabang Garut Kota.
Dalam keterangannya, Risman Munajat menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh ketua ranting yang telah berpartisipasi aktif dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Ia berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi bagian dari kemeriahan peringatan HUT PGRI dan HGN, tetapi juga menjadi ajang mempererat tali silaturahmi di antara keluarga besar PGRI Garut Kota.

“Atas nama panitia, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh ketua ranting yang telah berpartisipasi aktif dalam kegiatan hari ini. Mudah-mudahan kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi,” ucapnya.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada para pramu kelas di Kecamatan Garut Kota yang telah ikut menyemarakkan peringatan HUT PGRI dan Hari Guru Nasional. Semoga kegiatan ini memberikan nilai positif dan menjadi kebanggaan bagi Kecamatan Garut Kota,” ungkapnya.

Sementara itu, Korwas Pudin, M.Pd., mengapresiasi penyelenggaraan lomba yang dinilainya unik dan berbeda dari perlombaan pada umumnya. Menurutnya, kehadiran pramu kelas sebagai peserta pidato merupakan hal yang luar biasa karena memberikan kesempatan kepada mereka untuk tampil, berekspresi, dan menunjukkan kemampuan di hadapan khalayak.
“Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Sepengetahuan saya, ini pertama kalinya lomba pidato diikuti oleh para pramu kelas. Ini luar biasa dan sangat spektakuler,” ujarnya.

Pudin menjelaskan, penilaian dalam lomba tersebut tidak hanya bertumpu pada kemampuan peserta menyampaikan pidato secara formal. Unsur borangan, kelucuan, gaya penyampaian, dan ekspresi turut menjadi perhatian. Dengan demikian, peserta ditantang untuk mampu mengemas pengalaman sehari-hari menjadi cerita yang menghibur sekaligus menarik bagi penonton. (Jajang Sukmana)
















































