
GARUT — Lomba Cepat Tepat (LCT) Sekolah Dasar (SD) Kabupaten Garut Tahun 2026 memasuki babak penyisihan gelombang kedua yang dijadwalkan berlangsung secara daring (online) pada Selasa, 3 November 2026. Pada tahap ini, sebanyak 42 kecamatan akan diwakili oleh sekolah yang berhasil memperoleh nilai tertinggi dalam penyisihan gelombang pertama di masing-masing kecamatan.
Ketua Kelompok Kerja Pengawas Sekolah (KKPS) Kabupaten Garut, Wawan Sopyan, S.Pd., M.Pd., melalui sambungan telepon, Jumat (30/10/2026), menyampaikan bahwa pelaksanaan penyisihan gelombang kedua akan menggunakan sistematika yang sama seperti tahap sebelumnya, yakni secara serentak melalui daring.

Menurutnya, penggunaan aplikasi yang terus diperbarui diharapkan dapat mendukung kelancaran pelaksanaan seleksi, sehingga seluruh rangkaian penyisihan gelombang kedua dapat berjalan lancar dan sukses.
Wawan menjelaskan, berdasarkan petunjuk teknis (juknis), hasil seleksi gelombang kedua akan menetapkan tiga sekolah dengan nilai tertinggi dari masing-masing wilayah, yakni wilayah selatan, tengah, dan utara.
Dengan demikian, sebanyak sembilan sekolah atau kelompok terbaik akan melaju ke babak semifinal yang direncanakan berlangsung secara luring (tatap muka). Pada tahap semifinal tersebut, sembilan peserta akan berkompetisi untuk memperebutkan tempat di babak final.

Selanjutnya, tiga sekolah atau kelompok terbaik yang lolos dari semifinal akan kembali bertanding pada babak final untuk memperebutkan posisi juara pertama, kedua, dan ketiga LCT SD Kabupaten Garut Tahun 2026.
Sebelumnya, penyisihan gelombang pertama telah dilaksanakan selama tiga hari berdasarkan pembagian wilayah. Wilayah selatan berlangsung Selasa (27/10/2026), wilayah tengah Rabu (28/10/2026), dan wilayah utara Kamis (29/10/2026).
Dalam pelaksanaannya, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, H. Asep Wawan Budiman, S.Pd., M.Si., didampingi Kepala Bidang SD, Ai Sadidah, S.Pd., M.Pd., M.Si., turut memantau secara langsung pelaksanaan LCT daring gelombang pertama.

“Rangkaian kompetisi ini diharapkan tidak sekadar menjadi ajang mengukur kemampuan akademik dan wawasan peserta didik, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran untuk menumbuhkan kejujuran, integritas, sportivitas, serta semangat berkompetisi secara sehat di kalangan siswa sekolah dasar,” pungkas Wawan Sopyan. (Jajang Sukmana)














































