Halal Bihalal 1447 H, Pengurus PGRI Kabupaten Garut Perkuat Silaturahmi dan Keikhlasan

0
111

GARUT – Dalam suasana penuh kehangatan pasca Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Pengurus PGRI Kabupaten Garut menggelar kegiatan halal bihalal yang berlangsung di Ruang Paripurna Lantai 2 Gedung PGRI Kabupaten Garut, Jalan Pasundan No. 41, Kelurahan Kota Kulon, Kecamatan Garut Kota, Jumat (27/3/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh seluruh jajaran pengurus PGRI Kabupaten Garut serta pengurus PGRI cabang se-Kabupaten Garut. Momentum ini menjadi ajang untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus memperkuat komitmen kebersamaan di kalangan insan pendidikan.

Dalam tausiyahnya, pembina mental dan karakter bangsa, H. Apip Saeful Bahri, menegaskan bahwa halal bihalal bukan sekadar tradisi, tetapi memiliki makna mendalam dalam memperbaiki hubungan antarsesama.

“Halal bihalal adalah upaya untuk mengikat kembali hubungan yang mungkin sempat kurang baik menjadi lebih baik. Tidak ada lagi penghalang, tidak ada lagi sekat-sekat yang menghambat kebersamaan,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh peserta untuk membangun hubungan yang penuh makna dengan bekerja secara tulus dan ikhlas. Menurutnya, keterbukaan serta ketulusan hati menjadi kunci utama dalam membangun organisasi yang solid dan harmonis.

“Yang terpenting adalah membawa hati yang selamat, saling menghargai, serta membuka ruang komunikasi yang baik. Dengan begitu, setiap langkah yang dilakukan akan bernilai ibadah dan membawa keberkahan,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua PGRI Kabupaten Garut, Dr. H. Encep Suherman, menyampaikan bahwa kegiatan halal bihalal ini menjadi momentum penting untuk memperkuat soliditas organisasi.

Ia menekankan pentingnya menjaga kebersamaan, meningkatkan profesionalisme, serta terus menghadirkan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan di Kabupaten Garut.

“Melalui halal bihalal ini, kita berharap seluruh pengurus dan anggota PGRI semakin solid, saling mendukung, serta terus bekerja dengan penuh dedikasi demi kemajuan pendidikan,” ungkapnya.

Kegiatan berlangsung dengan khidmat dan penuh kekeluargaan, ditutup dengan saling bersalaman sebagai simbol saling memaafkan dan mempererat ukhuwah di antara seluruh peserta. ***Jajang Sukmana