H. Asep Saepul Mukti Terpilih sebagai Ketua Kwarran Gerakan Pramuka Garut Kota Masa Bakti 2026–2029

0
129

Garut, Sabtu (9/5/2026) – Kwartir Ranting (Kwarran) Gerakan Pramuka Kecamatan Garut Kota sukses menggelar Musyawarah Ranting (Musran) di SDN 6 Regol, Jalan Ranggalawe No. 1, Kelurahan Regol, Kabupaten Garut, Sabtu (9/5/2026).

Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 150 peserta yang terdiri dari unsur Mabiran, kepala sekolah, pembina Pramuka, andalan ranting, serta perwakilan gugus depan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 59 peserta memiliki hak suara untuk menentukan kepengurusan Kwarran Garut Kota masa bakti 2026–2029.

Dalam forum Musran yang berlangsung demokratis dan penuh semangat kebersamaan tersebut, H. Asep Saepul Mukti, S.Pd., M.Pd., MCE terpilih sebagai Ketua Kwarran Gerakan Pramuka Garut Kota.

Usai terpilih, H. Asep Saepul Mukti menegaskan bahwa yang terpenting bukan siapa yang menjadi ketua, melainkan bagaimana seluruh komponen Gerakan Pramuka dapat berkolaborasi untuk menggerakkan organisasi agar semakin bermanfaat bagi peserta didik, guru, dan masyarakat luas.

“Siapapun yang menjadi Ketua Kwarran sebenarnya tidak menjadi persoalan. Yang terpenting adalah kita bersama-sama menggerakkan organisasi ini agar Gerakan Pramuka benar-benar memberikan manfaat bagi siswa, guru, dan masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, langkah awal yang harus dilakukan di Garut Kota adalah menumbuhkan kembali rasa cinta terhadap kepramukaan. Ia menilai, semangat tersebut harus diwujudkan melalui kegiatan nyata yang menarik dan mendidik.

“Salah satu prioritas kami adalah memastikan setiap sekolah melaksanakan kegiatan kepramukaan dengan baik, termasuk pelaksanaan upacara sesuai tata upacara yang benar. Selain itu, minimal dalam satu semester harus ada kegiatan penjelajahan, perkemahan, dan kegiatan khas Pramuka lainnya yang dapat menarik minat siswa,” jelasnya.

H. Asep juga menekankan pentingnya pengembangan life skill bagi peserta didik melalui latihan Pramuka yang berkesinambungan. Menurutnya, keterampilan hidup tidak boleh hanya dipersiapkan menjelang perlombaan, tetapi harus dilatih secara rutin dalam setiap kegiatan.

“Life skill harus ditanamkan melalui pembina di sekolah masing-masing. Jadi bukan hanya untuk kepentingan lomba, tetapi menjadi bagian dari proses pendidikan yang terus-menerus agar siswa memiliki kemampuan dan kemandirian,” katanya.

Ia mengajak seluruh kepala sekolah, guru, pembina, dan pemangku kepentingan di dunia pendidikan untuk menjadikan Pramuka sebagai wahana pembentukan karakter dan akhlak peserta didik.

“Pramuka bukan sekadar seragam, tepuk, atau lagu. Yang paling penting adalah akhlak dan perilaku yang mencerminkan karakter disiplin, tanggung jawab, dan kepemimpinan,” tegasnya.

H. Asep juga membagikan pengalaman pribadinya tentang manfaat besar yang diperoleh dari mengikuti kegiatan Pramuka sejak muda. Menurutnya, kepramukaan telah membentuk kepercayaan diri, kepemimpinan, dan kemampuan organisasi yang sangat berguna dalam perjalanan hidupnya.

“Saya merasakan sendiri manfaat Pramuka. Dari sekolah hingga di masyarakat, banyak kesempatan dan kepercayaan yang saya peroleh. Salah satu faktor yang membentuk diri saya hingga saat ini adalah pengalaman dalam Gerakan Pramuka,” ungkapnya.

Melalui kepemimpinan baru ini, Kwarran Garut Kota diharapkan semakin aktif dan inovatif dalam menyelenggarakan program-program kepramukaan yang mampu membentuk generasi muda yang berkarakter, mandiri, terampil, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (Jajang Sukmana)