Garut — Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI) Kecamatan Garut Kota akan meluncurkan Buku Guru dan Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAI-BP) Kurikulum Merdeka karya KKG PAI Garut Kota. Kegiatan tersebut akan dirangkaikan dengan penandatanganan resmi oleh Tim Pengembang Buku serta pemaparan program beasiswa bagi siswa Sekolah Dasar (SD) yang memiliki potensi di bidang tahfidz dan kaligrafi.
Launching berlangsung di Rumah Makan Tujuh Likur, Jalan Suherman Nomor 33, Ciateul, Kecamatan Tarogong Kidul, pada Sabtu (22/8/2026), mulai pukul 13.00 WIB hingga selesai.
Kegiatan ini menjadi salah satu langkah nyata KKG PAI Garut Kota dalam menghadirkan bahan ajar yang relevan dengan kebutuhan pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di jenjang SD. Buku yang diluncurkan merupakan hasil pengembangan dan karya para guru yang tergabung dalam KKG PAI Garut Kota sebagai bentuk kontribusi dalam mendukung implementasi Kurikulum Merdeka.

Acara launching dihadiri jajaran pengurus KKG PAI Garut Kota, Koordinator Pengawas (Korwas) dan Pengawas Dinas Pendidikan Kecamatan Garut Kota, Ketua beserta jajaran PGRI Cabang Garut Kota, perwakilan Ketua K3S Kecamatan Garut Kota, serta Ketua KKG PAI Kabupaten Garut.
Ketua KKG PAI Garut Kota, Risman Zakaria, S.Pd.I, mengatakan, lahirnya Buku Guru dan Buku Siswa PAI-BP tersebut merupakan hasil semangat, kolaborasi, dan ikhtiar bersama para guru PAI dalam menyediakan bahan pembelajaran yang lebih kontekstual, menarik, serta sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan peserta didik.
“Launching buku ini merupakan sebuah ikhtiar dan kebanggaan bagi kami. Buku ini lahir dari kolaborasi dan pemikiran para guru PAI Garut Kota untuk memberikan alternatif bahan ajar yang mendukung pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti sesuai dengan semangat Kurikulum Merdeka,” ujar Risman.
Menurutnya, buku tersebut diharapkan tidak hanya menjadi sumber belajar, tetapi juga mampu menghadirkan proses pembelajaran PAI yang lebih menyenangkan, bermakna, mendalam, serta memberikan dampak positif terhadap pembentukan karakter peserta didik.

Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti yang dikembangkan KKG PAI Garut Kota diperuntukkan bagi peserta didik kelas I hingga kelas VI SD.
Untuk kelas I, buku dirancang dengan materi yang sesuai dengan Kurikulum Merdeka, dilengkapi ilustrasi menarik, ramah anak, dan penuh warna. Berbagai aktivitas interaktif dan kreatif disajikan untuk membantu menanamkan akhlak mulia sejak dini serta membentuk kecintaan anak terhadap Al-Qur’an dan ajaran Islam.
Melalui pembelajaran tersebut, peserta didik diarahkan untuk belajar mencintai Al-Qur’an, memperkuat keimanan, membiasakan akhlak mulia, mengenal ibadah sehari-hari, serta membangun sikap hidup rukun dan peduli terhadap sesama.
Sementara untuk kelas II, pembelajaran dikemas dengan semangat belajar PAI, menjadi anak saleh, berakhlak mulia, dan berprestasi. Materi disusun sesuai Kurikulum Merdeka dengan ilustrasi yang menarik dan ramah anak, penguatan nilai-nilai akhlak, serta berbagai aktivitas untuk mengasah pemahaman peserta didik.

Adapun Buku Siswa kelas III mengusung pembelajaran PAI yang lebih menyenangkan, mudah, menarik, dan bermakna. Materi lengkap sesuai Kurikulum Merdeka dipadukan dengan penguatan nilai akhlak, aktivitas yang mengasah pemahaman, serta ilustrasi yang sesuai dengan karakter peserta didik usia sekolah dasar.
Untuk kelas IV, buku dirancang agar pembelajaran PAI menjadi lebih mudah dan menyenangkan. Materi disesuaikan dengan Kurikulum Merdeka, disertai penguatan nilai akhlak dalam pembentukan karakter mulia, aktivitas pembelajaran yang variatif, serta ilustrasi menarik dan ramah anak.
Sedangkan Buku Siswa kelas V hadir sebagai bahan belajar yang diarahkan untuk membentuk generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia. Selain memuat materi sesuai Kurikulum Merdeka, buku ini juga mengajak peserta didik untuk memahami bahwa belajar dapat menjadi lebih mudah, ibadah semakin bermakna, dan masa depan menjadi lebih cerah.
Nilai-nilai keimanan dan ketakwaan, kecerdasan dan keilmuan, akhlak mulia, semangat gotong royong, serta kepedulian sosial menjadi bagian penting dalam pembelajaran. Peserta didik juga diajak untuk terus belajar, beribadah, dan berakhlak mulia sebagai ikhtiar meraih ridha Allah SWT serta kebahagiaan dunia dan akhirat.
Sementara pada kelas VI, salah satu materi yang diangkat adalah pemahaman tentang zakat fitrah sebagai ibadah yang memiliki nilai penyucian diri sekaligus kepedulian dan bantuan kepada sesama.
Selain Buku Guru dan Buku Siswa, KKG PAI Garut Kota juga memperkenalkan sintaks pembelajaran KHUTWAH HASANAH untuk Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti jenjang Sekolah Dasar.
Konsep tersebut mengusung semangat, “Belajar PAI Menyenangkan, Berkah Ilmunya, Mulia Akhlaknya, Berdaya Hidupnya.”
Sintaks pembelajaran KHUTWAH HASANAH terdiri atas beberapa tahapan.
H, Hadir Berkesadaran (Mindful), yaitu guru dan peserta didik hadir secara utuh, sadar, dan fokus dalam mengikuti proses pembelajaran.
A, Amati/Analisis Kontekstual (Meaningful), mengajak peserta didik mengaitkan materi pembelajaran dengan situasi nyata maupun pengalaman dalam kehidupan sehari-hari.
S, Selami Konsep (Understanding), yakni mendalami inti materi untuk membangun pemahaman konsep secara utuh dan mendalam. Tahap ini mencakup lima elemen utama dalam Pendidikan Agama Islam, yaitu Al-Qur’an-Hadis, Akidah, Akhlak, Fikih, dan Sejarah Peradaban Islam.
A, Aksi Terdiferensiasi (Applying), yaitu menerapkan pemahaman ke dalam tugas maupun proyek nyata yang disesuaikan dengan kemampuan peserta didik. Pada tahap ini, pembelajaran juga mendorong tumbuhnya kolaborasi, kreativitas, dan kemampuan memecahkan masalah secara aktif.
N, Nilai Karakter (Profiling), sebagai upaya menguatkan berbagai dimensi karakter peserta didik, seperti keimanan, kemandirian, dan penalaran kritis, sekaligus membentuk integritas, kejujuran, serta kepedulian sosial melalui proses pembelajaran.
A, Asesmen Berkelanjutan (Evaluating), dilakukan melalui penilaian secara terus-menerus, mulai dari asesmen awal, asesmen formatif, hingga asesmen sumatif. Hasil asesmen diharapkan menjadi panduan untuk melakukan perbaikan dan pengembangan proses pembelajaran.
H, Hikmah/Reflektif (Reflecting), yaitu menutup rangkaian pembelajaran melalui evaluasi diri dan refleksi mendalam. Peserta didik diajak memaknai pengalaman belajar agar memberikan manfaat dalam jangka panjang, sekaligus menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan dan berdampak.
Risman menambahkan, keberadaan buku serta sintaks pembelajaran tersebut diharapkan dapat memperkuat kualitas pembelajaran PAI-BP di sekolah dasar, sekaligus memberikan ruang yang lebih luas bagi guru untuk menghadirkan pembelajaran yang sesuai dengan karakter dan kebutuhan peserta didik.
“Harapan kami, buku ini dapat menjadi karya bersama yang memberikan manfaat bagi dunia pendidikan, khususnya bagi guru dan siswa dalam pembelajaran PAI dan Budi Pekerti. Yang terpenting, pembelajaran yang dilaksanakan mampu menumbuhkan generasi yang tidak hanya berilmu, tetapi juga beriman, berakhlak mulia, mandiri, peduli, dan memiliki daya hidup,” katanya.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, KKG PAI Garut Kota juga akan memaparkan program beasiswa bagi siswa SD yang memiliki potensi dan bakat, khususnya dalam bidang tahfidz Al-Qur’an dan kaligrafi.
Program tersebut diharapkan menjadi salah satu bentuk perhatian dan dukungan terhadap peserta didik berbakat agar mereka memiliki kesempatan untuk terus mengembangkan kemampuan dan prestasinya. (Jajang Sukmana)










































