Garut, Selasa (12/5/2026) – Bidang Ketenagaan, Pengembangan Bahasa dan Sastra Dinas Pendidikan Kabupaten Garut menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Modul Ajar dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Inovatif bagi guru Bahasa Daerah/Bahasa Sunda. Kegiatan tersebut berlangsung di SMP Negeri 2 Garut dan diikuti oleh 64 guru dari jenjang SD dan SMP se-Kabupaten Garut.
Bimtek dibuka secara resmi oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Iwan Riswandi, didampingi Kepala Seksi Pengembangan Bahasa dan Sastra, Dede Ferdiyanto, serta perwakilan Kepala SMPN 2 Garut, Dudung Rukmana.
Hadir sebagai narasumber utama dua dosen dari Universitas Pendidikan Indonesia, yakni Dr. Danan Derajat, S.Pd., M.Pd., dan Dr. Zulfikar Alamsyah, S.Pd., M.Hum.

Iwan Riswandi menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kemampuan guru dalam menyusun perangkat pembelajaran yang sistematis, terarah, dan memiliki indikator yang jelas. Dengan perencanaan pembelajaran yang baik, proses pengajaran Bahasa Sunda diharapkan dapat berlangsung lebih efektif dan bermakna bagi peserta didik.
Menurutnya, pelestarian Bahasa Sunda tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga keluarga dan lingkungan masyarakat. Bahasa Sunda merupakan identitas budaya yang harus dijaga bersama agar tetap hidup dan digunakan dengan baik oleh generasi muda.
“Bahasa Sunda adalah bagian dari jati diri masyarakat Tatar Sunda. Jika lingkungan keluarga terbiasa menggunakan Bahasa Sunda dengan baik, maka anak-anak pun akan tumbuh dengan kemampuan berbahasa Sunda yang kuat. Mari kita jaga seni, budaya, dan Bahasa Sunda. Kalau bukan kita, siapa lagi,” ujarnya.

Sementara itu, Dede Ferdiyanto menjelaskan bahwa bimtek ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi guru Bahasa Daerah/Bahasa Sunda dalam merancang materi pembelajaran yang kontekstual, terstruktur, dan berbasis kearifan lokal.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun modul ajar dan RPP yang inovatif, sehingga pembelajaran Bahasa Sunda dapat disajikan secara lebih berkualitas, menarik, dan relevan dengan kehidupan peserta didik. Kami berharap para peserta memperoleh pengetahuan baru yang dapat diterapkan di sekolah masing-masing,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, Dinas Pendidikan Kabupaten Garut berharap para guru Bahasa Sunda semakin profesional dalam mengembangkan perangkat ajar yang kreatif dan inovatif, sekaligus berkontribusi dalam upaya pelestarian bahasa dan sastra daerah sebagai warisan budaya yang sangat berharga. (Jajang Sukmana)


































