Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) TK & IGTKI-PGRI Garut Kota Gelar Pembinaan PTK TK, Perkuat Kompetensi dan Silaturahmi

0
115

GARUT — Dalam rangka meningkatkan kompetensi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) Taman Kanak-Kanak (TK) sekaligus mempererat tali silaturahmi antar satuan pendidikan, K3S & IGTKI-PGRI Kecamatan Garut Kota melaksanakan kegiatan pembinaan di Aula TK Yos Sudarso, Jalan A. Yani No. 17, Kelurahan Paminggir, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Senin (19/1/2026).

Kegiatan yang bertujuan meningkatkan mutu layanan pendidikan anak usia dini serta memperkuat kolaborasi antar TK ini diikuti oleh 59 peserta yang terdiri dari kepala TK, guru, dan operator. Pembinaan berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 12.00 WIB.

Hadir sebagai narasumber utama, Pengawas Pembina TK Kecamatan Garut Kota, Nunung Herlina, S.Pd., M.Pd., yang menyampaikan materi tentang KKA-PM serta 7 KAIH (Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat).

Ketua K3S, Ketua IGTKI PGRI, dan Bendahara K3S.

Dalam paparannya, Nunung Herlina menegaskan pentingnya mewujudkan pembelajaran TK yang bermutu dan relevan dengan perkembangan zaman. Menurutnya, pembelajaran anak usia dini saat ini perlu mulai dikenalkan pada konsep koding dan kecerdasan artifisial secara kontekstual, disertai pembelajaran mendalam yang menyenangkan dan bermakna

“Pembelajaran Taman Kanak-Kanak yang bermutu dapat diwujudkan melalui penguatan koding dan kecerdasan artifisial, pembelajaran mendalam, serta penerapan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat guna mengembangkan potensi, karakter, dan kecakapan anak secara optimal,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua K3S Kecamatan Garut Kota, Yeni Diani, S.Pd., M.Pd, menyampaikan bahwa kegiatan pembinaan ini merupakan agenda rutin sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan TK.

“Kami berharap melalui pembinaan ini, para pendidik TK semakin termotivasi untuk terus belajar, berinovasi, dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan bagi anak-anak usia dini, sekaligus mempererat kebersamaan dan kolaborasi serta sinergi antar satuan pendidikan,” tutur Yeni Diani.

Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi yang solid antara guru, kepala sekolah, pengawas, dan organisasi profesi menjadi kunci dalam menciptakan pendidikan anak usia dini yang berkualitas dan berkelanjutan.

Kegiatan pembinaan berlangsung dengan lancar dan penuh antusiasme. Para peserta aktif mengikuti materi, berdiskusi, serta berbagi praktik baik sebagai bekal untuk meningkatkan program pembelajaran di masing-masing satuan pendidikan. ***Jajang Sukmana