KKG PAI Garut Kota Gelar Sosialisasi Program Kerja dan Analisis PSAT 2026

0
215

GARUT — Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI) Garut Kota menggelar kegiatan Sosialisasi Program Kerja dan Analisis PSAT Tahun 2026, bertempat di SD Kartika XIX-3 Siliwangi, Jalan Siliwangi No. 14, Kelurahan Regol, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Sabtu (24/1/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WIB hingga selesai ini diikuti para guru Pendidikan Agama Islam (PAI) jenjang SD, TK, dan SLB se-Garut Kota. Acara menghadirkan tiga pengawas, terdiri atas dua pengawas dari Dinas Pendidikan dan satu pengawas dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Garut.

Ketua KKG PAI Garut Kota, Risman Zakaria, S.Pd.I, menyampaikan rasa syukur atas capaian para guru PAI di wilayah Garut Kota. Ia mengungkapkan, sebanyak 42 Guru PAI SD, TK, dan SLB telah dinyatakan lulus menempuh Program Profesi Guru (PPG).

Ketua KKG PAI Garut Kota, Risman Zakaria, S.Pd.I

“Alhamdulillah, kelulusan PPG ini menjadi langkah penting dalam peningkatan profesionalisme guru PAI. Menindaklanjuti hal tersebut, KKG PAI Garut Kota merujuk pada Surat Edaran Kantor Kementerian Agama Kabupaten Garut Nomor B.45/KK.10.05/PP.00/01/2026 tentang Pemberkasan Verifikasi Tunjangan Profesi Guru Tahun Anggaran 2026,” ujar Risman.

Lebih lanjut, Risman memaparkan sejumlah program kerja KKG PAI Garut Kota yang tertuang dalam AD/ART Periode 2023—2027. Program tersebut meliputi bedah petunjuk teknis (juknis) Pentas PAI Tahun 2026 beserta sistematika dan teknis lomba, evaluasi naskah soal PSAS Semester I mata pelajaran PAI, serta pembahasan berbagai tunjangan bagi Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI).

Selain itu, program kerja juga mencakup pembaruan pendataan ulang GPAI Garut Kota melalui validasi data pada Dapodik, SIAGA, dan EMIS, penyampaian hasil Musda V KKG PAI Kabupaten Garut, serta persiapan kegiatan Kukum Ramadan melalui program Mauidhoh Hasanah J3.

Sementara itu, Koordinator Pengawas Sekolah Kecamatan Garut Kota, Pudin, S.Pd., M.Pd., menyampaikan hasil analisis validasi PSAS. Ia mengungkapkan bahwa secara umum guru telah mampu menyusun soal sesuai dengan kaidah penulisan soal, serta tidak ditemukan kendala berarti saat soal dikerjakan oleh peserta didik. Meski demikian, ia menekankan perlunya peningkatan mutu soal agar kualitas penilaian semakin optimal.

Lebih lanjut, Pudin menjelaskan bahwa pada soal Level 3 (HOTS), penyusunan stimulus pada pokok soal harus berfungsi mendorong nalar berpikir kritis peserta didik dalam memecahkan permasalahan melalui jawaban yang diberikan. Selain itu, kaidah kebahasaan soal, khususnya pada mata pelajaran PAI, perlu mendapat perhatian serius, terutama dalam penulisan ayat Al-Qur’an dan hadits agar sesuai dengan ketentuan yang benar.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mendorong KKG PAI untuk segera menyusun tujuan pembelajaran. Tujuan pembelajaran hendaknya disusun berdasarkan Capaian Pembelajaran (CP) serta disesuaikan dengan kebutuhan belajar dan karakteristik peserta didik. Tujuan pembelajaran ini menjadi dasar dalam penyusunan RPP, kisi-kisi soal, serta pengisian e-rapor.

Melalui kegiatan ini, KKG PAI Garut Kota berharap terjalin sinergi yang semakin kuat antara guru, pengawas, dan pemangku kebijakan, guna mewujudkan peningkatan mutu pendidikan agama Islam di wilayah Garut Kota secara berkelanjutan. ***Jajang Sukmana