GARUT — Keterbatasan bukan menjadi penghalang bagi SMPN 4 Karangpawitan untuk turut ambil bagian dalam ajang kreativitas dan keterampilan. Sekolah tersebut berhasil meraih Juara 3 lomba memasak dalam kegiatan Lomba Life Skill yang digelar Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Garut tahun 2026.
Prestasi tersebut menjadi catatan positif bagi SMPN 4 Karangpawitan, terlebih Kepala SMPN 4 Karangpawitan, Wahyu, S.Pd., M.Pd., baru sekitar empat hingga lima bulan menjalankan tugas sebagai kepala sekolah.
Saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (28/9/2026), Wahyu mengatakan keikutsertaan siswa dalam lomba tersebut lebih diarahkan sebagai bagian dari proses pembelajaran dan pemberian pengalaman kepada peserta didik.
“Karena saya masih baru, saat ini saya sedang membangun komunikasi dengan pemerintah setempat, melakukan koordinasi dan sebagainya. Kami mencoba untuk turut berpartisipasi dengan mengirimkan murid-murid dalam kegiatan ini,” ujar Wahyu.
Menurutnya, sejak awal pihak sekolah tidak memasang target utama untuk meraih juara. Yang lebih penting adalah memberikan kesempatan kepada siswa untuk berani tampil, berkompetisi, sekaligus memperoleh pengalaman baru.
“Bukan target juara yang utama, tetapi pengalaman yang lebih kami utamakan. Alhamdulillah, ternyata kami mendapat Juara 3 lomba memasak. Pialanya juga sudah diberikan pada peringatan HUT Pramuka di Alun-alun Garut,” katanya.
Wahyu mengakui, pengembangan kegiatan kepramukaan di sekolahnya masih menghadapi sejumlah keterbatasan. Salah satunya belum memiliki pelatih Pramuka khusus yang secara rutin membina siswa.
“Kami ingin memiliki prestasi, tetapi untuk Pramuka memang kami belum memiliki pelatih khusus. Sempat ngobrol dengan beberapa orang yang biasa melatih Pramuka, tetapi mereka juga memiliki kesibukan masing-masing,” tuturnya.
Meski demikian, pihaknya tidak ingin kondisi tersebut menjadi alasan untuk berhenti mengembangkan potensi siswa. Ia berharap ke depan SMPN 4 Karangpawitan dapat menemukan pelatih yang mampu membina kegiatan kepramukaan secara lebih terarah dan berkelanjutan.
“Mudah-mudahan ke depannya kami bisa menemukan pelatih Pramuka untuk SMPN 4 Karangpawitan, sehingga potensi anak-anak bisa lebih berkembang dan prestasi mereka bisa terus meningkat,” harapnya.
Selain bidang kepramukaan, Wahyu melihat banyak potensi lain yang dimiliki peserta didik SMPN 4 Karangpawitan. Potensi tersebut di antaranya berada pada bidang seni dan budaya, seperti Ngabodor Sorangan (Borangan) serta nembang pupuh.
Menurutnya, potensi-potensi tersebut perlu dipetakan dan mendapatkan ruang untuk dikembangkan. Sekolah akan terus berupaya memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengikuti berbagai kegiatan dan kompetisi sesuai bakat serta minat mereka.
“Anak-anak kami sebenarnya memiliki banyak potensi. Ada yang di bidang seni, seperti Ngabodor Sorangan atau Borangan, kemudian ada juga yang memiliki kemampuan dalam nembang pupuh. Ini yang ke depan akan kami dorong dan kembangkan,” pungkas Wahyu.
Prestasi Juara 3 lomba memasak dalam Life Skill Pramuka 2026 pun menjadi langkah awal SMPN 4 Karangpawitan untuk membangun budaya berprestasi, sekaligus membuka ruang lebih luas bagi siswa untuk menunjukkan kemampuan mereka di berbagai bidang. (Jajang Sukmana)












































