SPPG Pataruman 5 Edukasi Gizi Seimbang kepada Murid SDN 4 Pataruman

0
126

GARUT – Badan Gizi Nasional (BGN) melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pataruman 5 memberikan edukasi mengenai pentingnya gizi seimbang kepada murid SDN 4 Pataruman, Jalan Terusan Pembangunan, Kelurahan Pataruman, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Rabu (30/9/2026).

Kegiatan sosialisasi tersebut dilaksanakan di sela rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah/2026 Masehi yang digelar SDN 4 Pataruman. Edukasi dikemas secara interaktif agar mudah dipahami dan menarik perhatian para siswa.

Kepala Dapur SPPG Pataruman 5, Ardian Ramdhani, menjelaskan bahwa sosialisasi tersebut bertujuan mengenalkan kepada anak-anak mengenai konsep gizi seimbang serta jenis makanan yang dibutuhkan tubuh untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan.

“Kalau dulu kita mengenal istilah 4 sehat 5 sempurna. Namun, sesuai perkembangan pedoman kesehatan, konsep tersebut kini lebih dikenal dengan gizi seimbang dan divisualisasikan melalui konsep ‘Isi Piringku’,” ujar Ardian.

Kepala Dapur SPPG Pataruman 5, Ardian Ramdhani

Menurutnya, melalui konsep tersebut anak-anak diperkenalkan bahwa makanan yang dikonsumsi dalam satu piring perlu memenuhi unsur makanan pokok atau sumber karbohidrat, lauk-pauk sebagai sumber protein, sayuran, serta buah-buahan.

“Anak-anak perlu tahu bahwa dalam makanan bergizi itu ada makanan pokok, lauk-pauk, sayuran, dan buah-buahan. Semuanya harus seimbang agar kebutuhan gizi tubuh mereka terpenuhi,” katanya.

Dalam sosialisasi tersebut, Ardian juga menerangkan secara sederhana mengenai fungsi protein, sayuran dan karbohidrat. Selain makanan, siswa diberikan pemahaman mengenai kebiasaan hidup sehat, seperti mencuci tangan sebelum makan, berolahraga secara rutin, serta mencukupi kebutuhan air putih.

Ia menekankan bahwa penerapan pola hidup sehat tidak hanya dilakukan sebelum atau sesudah makan, tetapi menjadi kebiasaan sehari-hari.

“Yang kami harapkan, khususnya melalui kegiatan SPPG ini, anak-anak mengetahui bagaimana makanan bergizi itu penting untuk kehidupan sehari-hari, terutama untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan mereka,” ungkapnya.

Agar suasana sosialisasi lebih hidup, Ardian juga melakukan tanya jawab langsung dengan para siswa. Sejumlah pertanyaan diberikan seputar makanan bergizi dan pola hidup sehat. Siswa yang mampu menjawab dengan benar mendapatkan hadiah.

Cara tersebut dilakukan untuk membangun antusiasme sekaligus kepedulian anak terhadap pentingnya makanan bergizi.

Ardian berharap pemahaman mengenai gizi seimbang tidak hanya berhenti di lingkungan sekolah. Menurutnya, siswa, guru, maupun orang tua perlu memiliki pemahaman yang sama sehingga kebiasaan mengonsumsi makanan bergizi dapat diterapkan di rumah.

“Dari kami, berharap seluruh pihak terkait, mulai dari siswa, guru, sampai wali murid dan orang tua, mengenal apa yang dimaksud dengan gizi seimbang,” tuturnya.

Ia menambahkan, pemenuhan gizi seimbang menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung tumbuh kembang anak. Asupan makanan yang baik juga diharapkan dapat membantu mencegah masalah kekurangan gizi dan mendukung upaya penurunan angka stunting.

“Anak-anak ini berada pada masa emas pertumbuhan. Karena itu, mereka membutuhkan gizi yang seimbang,” katanya.

Ardian juga mengingatkan bahwa makanan bergizi tidak selalu harus mahal. Dengan memanfaatkan bahan makanan yang tersedia di lingkungan sekitar, keluarga dapat menyusun menu yang memenuhi kebutuhan gizi anak.

“Kalau kita kalkulasikan, sebenarnya makanan bergizi seimbang tidak harus mahal. Di rumah bisa dimulai dari makanan pokok, lauk-pauk, sayuran, dan buah-buahan yang disesuaikan dengan kemampuan keluarga,” jelasnya.

Ia mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama membangun kesadaran tentang pentingnya pemenuhan gizi sejak usia sekolah. Dukungan sekolah, keluarga dan masyarakat dinilai memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang sehat dan berkualitas.

“Kalau seluruh pihak mendukung, saya yakin upaya pemenuhan gizi ini akan memberikan kontribusi besar dalam mempersiapkan generasi menuju Indonesia Emas 2045. Dukungan dari setiap pihak sangat berarti untuk mewujudkan cita-cita tersebut,” pungkasnya. (Jajang Sukmana)