Murid Kelas 5 SDN 4 Mekargalih, Ciptakan Bel Elektronik dengan 125 Pilihan Suara

0
112
Zulfikar Jibran Fahrezi bersama Kepala SDN 4 Mekargalih, Atis Sutisna, S.Pd.

GARUT, Senin (14/9/2026) — Kreativitas dan semangat belajar seorang murid sekolah dasar di Kabupaten Garut patut mendapat apresiasi. Zulfikar Jibran Fahrezi, murid kelas 5 SD Negeri 4 Mekargalih, Kecamatan Tarogong Kidul, tidak hanya memiliki ketertarikan terhadap dunia elektronik, tetapi juga telah mampu memperbaiki berbagai perangkat elektronik meski masih duduk di bangku sekolah dasar.

Ketertarikan Zulfikar terhadap elektronik mulai tumbuh sejak duduk di kelas 1 SD. Berawal dari rasa senang dan keingintahuan, ia kemudian belajar secara mandiri dengan memanfaatkan berbagai tutorial yang tersedia di YouTube.

Dari proses belajar tersebut, Zulfikar mulai mencoba mempraktikkan pengetahuan yang diperolehnya. Tidak selalu berhasil pada percobaan pertama, ia terus mencoba hingga akhirnya mampu memperbaiki dan membuat berbagai perangkat elektronik. “Saya mulai belajar elektronik sejak kelas 1. Belajarnya senang, biasanya melihat tutorial di YouTube, kemudian mencoba sendiri,” ujar Zulfikar.

Zulfikar Jibran Fahrezi

Menurutnya, untuk menghasilkan sebuah karya, ia tidak jarang melakukan beberapa kali percobaan. Salah satunya saat membuat bel elektronik yang kini menjadi salah satu hasil kreativitasnya.

Bel elektronik buatan Zulfikar memiliki keunikan tersendiri. Perangkat tersebut dapat menghasilkan hingga 125 pilihan suara yang tersimpan dalam flashdisk dan dapat dioperasikan melalui koneksi Bluetooth. Karya tersebut menjadi bukti bahwa kreativitas dan teknologi dapat dipelajari sejak usia sekolah dasar.

Kemampuan Zulfikar di bidang elektronik juga tidak hanya dilakukan di rumah. Ia kerap membantu di sebuah tempat servis elektronik. Bahkan, berkat kemampuannya, Zulfikar disebut sudah menjadi salah satu andalan ketika membantu memperbaiki berbagai perangkat.

Sejumlah perangkat elektronik sudah mampu ditanganinya, mulai dari televisi, speaker, amplifier, hingga perangkat elektronik lainnya. Kemampuan tersebut tentu menjadi pengalaman berharga bagi Zulfikar untuk terus mengembangkan keterampilannya.

Kepala SDN 4 Mekargalih, Atis Sutisna, S.Pd., saat ditemui di ruang kerjanya, menyampaikan apresiasi terhadap kreativitas dan kemampuan yang dimiliki Zulfikar. Menurutnya, potensi seperti itu perlu mendapat dukungan agar dapat berkembang secara optimal.

Kisah Zulfikar menunjukkan bahwa proses pembelajaran tidak hanya berlangsung di dalam ruang kelas. Rasa ingin tahu, keberanian mencoba, kegigihan melakukan percobaan, serta pemanfaatan teknologi digital dapat menjadi bagian penting dalam menumbuhkan keterampilan dan kreativitas anak sejak dini. (Jajang Sukmana)