Gotong Royong Warga Warnai Revitalisasi SMPN 2 Leles, Dari Estafet Bata hingga Angkut Pasir

0
35

GARUT — Semangat gotong royong masyarakat mewarnai pelaksanaan program revitalisasi satuan pendidikan di SMP Negeri 2 Leles, Kabupaten Garut. Di tengah proses pembangunan yang didukung pemerintah pusat, kepedulian warga sekitar justru menjadi kekuatan tersendiri bagi kelancaran pembangunan sekolah.

Kepala SMPN 2 Leles, Pitria Susanti, M.Pd., mengaku terharu melihat antusiasme masyarakat yang secara sukarela ikut membantu pembangunan sekolah. Mereka datang bukan untuk mendapatkan imbalan, melainkan semata-mata karena kepedulian terhadap kemajuan pendidikan di lingkungannya.

“Terus terang saya terharu. Masyarakat di sini bahu membahu membantu pembangunan sekolah. Mereka tidak meminta imbalan, justru berharap sekolah SMPN 2 leles terus berkembang dan maju,” ujar Pitria saat ditemui di ruang tunggu SMPN 2 Leles, Senin (21/9/2026).

Kepala SMPN 2 Leles, Pitria Susanti, S.Pd., M.Pd.

Menurut Pitria, selain tenaga kerja pokok yang telah ditunjuk dalam pelaksanaan revitalisasi, Komite Sekolah turut mengajak masyarakat untuk terlibat membantu. Ajakan tersebut kemudian disampaikan melalui masjid yang berada di lingkungan masyarakat.

Begitu pengumuman disampaikan dari masjid, warga pun berdatangan. Mereka secara sukarela membantu mengangkut material bangunan menuju lokasi yang telah ditentukan. Tidak hanya kaum bapak, ibu-ibu pun turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

“Bahkan masyarakat berbanjar membawa bata secara estafet. Ibu-ibu ikut, bapak-bapak yang tidak pergi bertani juga ikut. Ada yang membawa pasir menggunakan karung, bahkan sampai malam hari,” tuturnya.

Pemandangan tersebut, kata Pitria, menjadi pengalaman yang sangat berkesan bagi keluarga besar SMPN 2 Leles. Pembangunan sekolah tidak hanya menjadi pekerjaan para tukang dan tenaga pelaksana, tetapi juga menghadirkan ruang kebersamaan antara sekolah dengan masyarakat.

Menariknya, masyarakat tidak meminta upah atas tenaga yang mereka berikan. Mereka hanya menyampaikan permohonan agar jika ada yang ingin bersedekah, dapat diarahkan untuk pembangunan masjid yang sedang berlangsung di lingkungan masyarakat.

“Jadi mereka membantu sekolah dengan ikhlas. Mereka hanya mengajukan shodaqoh untuk pembangunan masjid yang sedang dibangun di lingkungan masyarakat,” katanya.

Suasana kekeluargaan juga terasa antara pengawas pembangunan dan para pekerja. Menurut Pitria, hubungan yang terbangun selama proses revitalisasi begitu cair dan penuh kebersamaan, meskipun sebagian pekerja bukan berasal dari masyarakat sekitar.

“Pengawas pembangunan dengan para pekerja begitu penuh kekeluargaan, seperti sudah lama kenal. Padahal bukan hanya pekerja dari lingkungan sekolah, tetapi ada juga yang berasal dari luar,” ujarnya.

Kini, proses pembangunan utama di SMPN 2 Leles telah rampung. Sekolah yang berada di Kampung Caringin, Desa Lembang, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, itu tinggal menunggu pemasangan pintu dan kedatangan mebeler untuk melengkapi ruang yang telah dibangun.

Namun, perhatian sekolah tidak berhenti pada bangunan fisik. Pitria mengatakan, masih terdapat lahan kosong di samping ruang kelas yang direncanakan akan dimanfaatkan sebagai ruang atau area taman numerasi bagi peserta didik.

“Alhamdulillah pembangunan telah selesai, Ketua Komite Sekolah juga mengajak masyarakat dan keluarga besar sekolah untuk bersama-sama membereskan sisa material bangunan. Langkah tersebut dilakukan agar lingkungan sekolah kembali bersih, tertata, dan nyaman digunakan,” pungkasnya. (Jajang Sukmana)