Garut, Senin (28/9/2026) — Deretan prestasi siswa SMPN 1 Garut kembali bertambah. Dua siswi sekolah tersebut, Keyla Zafira Dinaya Ismail dan Nudiya Atani Al-Haq, berhasil menorehkan prestasi pada ajang berbeda, sekaligus menunjukkan bahwa potensi siswa di bidang seni dan kreativitas terus berkembang.
Keyla Zafira Dinaya Ismail, siswi kelas 9J, kembali mengharumkan nama SMPN 1 Garut melalui prestasi di bidang musik. Putri pasangan Astrid Bahaduri dan Iim Ismail itu berhasil meraih Gold Award Piano Pop-F kategori usia 14–18 tahun pada Indonesia Music Performance Festival (Online) yang digelar pada 30 Agustus 2026.
Prestasi tersebut menambah panjang catatan pencapaian Keyla. Sebelumnya, ia bersama tim berhasil meraih Juara 1 Ansambel Campuran Tiga Alat Musik pada Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) jenjang SMP tingkat Kabupaten Garut yang diselenggarakan pada April 2026.
Bukan hanya tahun ini. Pada FLS3N jenjang SMP/MTs tingkat Kabupaten Garut tahun 2025, Keyla juga turut mengantarkan tim meraih Juara 1 Lomba Ansambel. Kompetisi tersebut diselenggarakan Dinas Pendidikan Kabupaten Garut di Islamic Centre, 26 Mei 2025.

Rangkaian prestasi itu menunjukkan konsistensi Keyla dalam mengembangkan kemampuan bermusik. Dari panggung kompetisi tingkat kabupaten hingga festival musik secara daring, bakat dan keberaniannya terus diasah melalui proses latihan dan pengalaman berkompetisi.
Sementara itu, prestasi lainnya datang dari Nudiya Atani Al-Haq, siswi kelas 8K SMPN 1 Garut. Putri pasangan Novalia Astika dan Asepnur Muhammad S. tersebut berhasil meraih Juara Harapan 1 Video Konten Kreatif PENTAS PAI tingkat Provinsi Jawa Barat 2026.
Prestasi Nudiya menjadi bukti bahwa kreativitas siswa tidak hanya tumbuh melalui seni pertunjukan, tetapi juga melalui kemampuan mengemas gagasan dalam bentuk konten kreatif. Ajang tersebut sekaligus menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, kreativitas, dan pemanfaatan media.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMPN 1 Garut, H. Ita Habibie, S.Pd.I., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas capaian para siswa. Menurutnya, deretan prestasi yang diraih siswa menjadi bagian dari proses pembinaan dan pengembangan potensi yang terus dilakukan sekolah.
“Deretan apresiasi tak pernah berhenti. Keinginan yang kuat, kemauan untuk berproses, serta dukungan dari berbagai pihak menjadi bagian penting dalam setiap pencapaian siswa,” ujar H. Ita Habibie.
Ia menegaskan, prestasi bukan semata-mata tentang piala dan penghargaan, tetapi juga menjadi gambaran dari proses panjang yang dijalani siswa. Karena itu, sekolah terus memberikan ruang kepada peserta didik untuk mengenali, mengembangkan, dan menunjukkan potensi terbaiknya.
Dua prestasi tersebut sekaligus menambah warna dalam perjalanan prestasi SMPN 1 Garut. Keyla dengan konsistensinya di bidang musik dan Nudiya melalui kreativitas konten menjadi contoh bahwa setiap siswa memiliki ruang untuk berprestasi sesuai bakat dan minatnya.
Bagi SMPN 1 Garut, capaian tersebut bukanlah akhir, melainkan bagian dari perjalanan panjang untuk terus melahirkan siswa-siswa berprestasi, kreatif, percaya diri, dan mampu membawa nama baik sekolah di berbagai ajang kompetisi. (Jajang Sukmana)



































