GARUT – Koordinator Wilayah (Korwil) Bidang Pendidikan Kecamatan Tarogong Kidul resmi menuntaskan rangkaian Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi para guru dan kepala sekolah se-kecamatan pada Kamis, 31 Juli 2025. Kegiatan terakhir ini digelar di SDN 1 Tarogong (Gentra Masekdas), Jl. Suherman No. 10, dengan melibatkan 170 peserta dari Gugus 1 “Gugus Merdeka Berkarya”.
Bimtek ini mengusung tema “Penguatan Profesionalisme Kepala Sekolah dan Guru dalam Mengimplementasikan Pembelajaran Mendalam dan Inovasi Digital untuk Mewujudkan Pendidikan Bermutu.” Kegiatan dibuka secara resmi oleh H. Ajat Sudrajat, M.Pd., selaku Koordinator Wilayah.
Narasumber yang hadir antara lain H. Ajat Sudrajat, M.Pd., Elin Ruslina, M.Pd. (Koordinator Pengawas), Ida Siti Farida, M.Pd. (Pengawas Sekolah), serta Ariana, M.Pd. (Fasilitator Kepala Sekolah). Acara ini juga diikuti oleh para kepala sekolah dari 13 SD negeri yang tergabung di Gugus 1, termasuk guru kelas dan guru mata pelajaran.

Ketua Panitia Atis Sutisna, S.Pd. menjelaskan bahwa Bimtek ini merupakan bagian dari strategi peningkatan mutu pendidikan di era transformasi digital. “Implementasi pembelajaran mendalam dan digitalisasi merupakan langkah penting dalam menghadirkan proses belajar mengajar yang lebih bermakna. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman guru terhadap konsep pembelajaran berbasis kompetensi, berpikir kritis, serta integrasi teknologi,” ungkapnya.
Atis menambahkan, kegiatan ini juga berlandaskan pada regulasi nasional seperti Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Permendikbudristek No. 40 Tahun 2021 tentang Penilaian Hasil Belajar, serta Permendikbudristek No. 12 Tahun 2024 tentang Kurikulum pada Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.

Sementara itu, H. Ajat Sudrajat menekankan pentingnya menyegarkan kembali semangat para guru dalam menghadapi tantangan pembelajaran masa kini. “Ini bukan hal baru, namun kita di sini ingin merefresh kembali peran dan fungsi guru agar tetap profesional dan menyenangkan dalam mengajar. Anak-anak harus datang ke sekolah dengan bahagia, bukan dengan tekanan,” ujar Ajat.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para narasumber, khususnya dua pengawas yang dijuluki “Srikandi Tarogong Kidul”, yang turut berbagi pengetahuan dan semangat.
Antusiasme peserta terlihat tinggi selama kegiatan berlangsung. Praktik integrasi teknologi, pembelajaran berbasis proyek, serta diskusi-diskusi tematik menjadi bagian penting dalam pelatihan ini.

Ajat berharap kegiatan ini tidak berhenti pada pelatihan saja, tetapi dapat ditindaklanjuti dengan pendampingan dan monitoring yang berkelanjutan. “Ini adalah langkah awal pembinaan. Saya percaya, guru-guru di Tarogong Kidul, terutama generasi muda, mampu meneruskan dan mempraktikkan apa yang telah diperoleh,” pungkasnya. ***Jajang Sukmana




































