O2SN SD 2026 di Kecamatan Karangpawitan, Empat Cabor Dipertandingkan

0
24
Koordinator Pengawas (Korwas) Kecamatan Karangpawitan, Drs. H. Jujun Junaedi, M.Pd., Ketua Ikatan Guru Olahraga Nasional (IGORNAS) Kecamatan Karangpawitan, Resa Hady Pertamanya, M.Pd.,, dan Ketua PGRI Cabang Karangpawitan, Indra Rakhman, M.Pd.

Garut, Selasa (19/5/2026) – Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Tahun 2026 tingkat Sekolah Dasar se-Kecamatan Karangpawitan resmi dimulai. Kegiatan diawali dengan pertandingan bulutangkis di GOR PGRI Cabang Karangpawitan, dilanjutkan dengan pencak silat. Sementara cabang atletik digelar di Lapangan Nagrog. Sementara pertandingan renang akan dilaksanakan besok Rabu (20/5/2026) di Kolam Pesona Instan (PI).

Pada tahun ini, O2SN Kecamatan Karangpawitan mempertandingkan lima cabang olahraga, yakni bulutangkis, pencak silat, atletik, dan renang. Adapun cabang senam tidak dipertandingkan karena keterbatasan sarana dan prasarana serta pertimbangan keselamatan atlet.

Koordinator O2SN Kecamatan Karangpawitan, Resa Hady Pertamanya, M.Pd., yang juga menjabat sebagai Ketua Ikatan Guru Olahraga Nasional (IGORNAS) Kecamatan Karangpawitan, menyampaikan bahwa penyelenggaraan O2SN tahun ini menunjukkan perkembangan yang menggembirakan dibandingkan tahun sebelumnya.

“Pada tahun lalu hanya ada tiga cabang olahraga yang dipertandingkan, yaitu pencak silat, karate, dan senam. Tahun ini bertambah menjadi lima cabang olahraga dengan kembali dipertandingkannya atletik dan renang,” ujarnya.

Menurut Resa, salah satu tantangan utama dalam pelaksanaan O2SN adalah keterbatasan pembinaan di sekolah, khususnya untuk cabang olahraga seperti karate, pencak silat, renang, dan bulutangkis. Sebagian besar peserta berlatih di luar sekolah melalui pendidikan dan pelatihan (diklat) atau klub olahraga.

“Berbeda dengan atletik yang dapat dilatih langsung di sekolah, beberapa cabang olahraga lainnya membutuhkan fasilitas dan pelatih khusus. Meski demikian, minat siswa untuk berlatih dan berkompetisi tetap tinggi. Kualitas peserta pun tetap terjaga,” katanya.

Ia menambahkan bahwa dukungan kepala sekolah terhadap kegiatan O2SN sudah cukup baik. Namun, ketersediaan fasilitas olahraga di sekolah masih menjadi kendala yang perlu mendapat perhatian bersama.

Resa berharap para guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) bersama kepala sekolah dapat meluangkan waktu untuk membina minimal satu hingga tiga siswa pada cabang olahraga yang rutin dipertandingkan di O2SN.

“Dengan adanya pembinaan yang berkesinambungan di sekolah, jumlah peserta dan kualitas atlet di Kecamatan Karangpawitan diharapkan terus meningkat dari tahun ke tahun,” ungkapnya.

Terkait cabang senam, Resa menegaskan bahwa keputusan untuk tidak menyelenggarakannya diambil demi menjaga keselamatan peserta. Berdasarkan hasil koordinasi dengan para guru PJOK, diketahui bahwa sebagian sekolah belum memiliki fasilitas dasar seperti matras untuk latihan.

“Keselamatan atlet menjadi prioritas utama. Jika sarana pendukung tidak memadai, kami memutuskan untuk tidak mempertandingkan cabang tersebut agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tegasnya.

Resa berharap para atlet yang lolos ke tingkat Kabupaten Garut dapat memberikan hasil terbaik dan mengharumkan nama Kecamatan Karangpawitan.

“Selama ini Karangpawitan masih jarang menembus tiga besar. Harapan kami, dengan pembinaan yang lebih baik dan dukungan semua pihak, minimal Karangpawitan dapat masuk 10 besar di tingkat kabupaten,” pungkasnya.(Jajang Sukmana)