FTBI SMP Tingkat Kabupaten Garut 2025: Asa Juara Umum Bisa Dipertahankan

0
99

GARUT – Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Jenjang SMP tingkat Kabupaten Garut resmi digelar di Kampus Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut, Jl. Terusan Pahlawan No. 32, Sukagalih, Kecamatan Tarogong Kidul, pada Selasa (9/9/2025).

Acara pembukaan berlangsung di Auditorium IPI Garut dan dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, H. Asep Wawan Budiman, S.Pd., M.Si. Hadir pula Rektor IPI Garut, Kabid SMP, Plt Kasi Kelembagaan dan Kesiswaan SMP beserta staf, sebagian juri, dan sejumlah peserta lomba bersama para pembimbingnya.

Dalam sambutannya, H. Asep Wawan menegaskan pentingnya objektivitas dan profesionalitas dewan juri dalam memberikan penilaian. Ia berharap, para juara yang lahir dari FTBI tingkat kabupaten ini benar-benar memiliki kualitas terbaik sehingga mampu mengharumkan nama Garut di tingkat provinsi.

“Jangan sampai ada keberpihakan, tampilkan yang terbaik sesuai kualitasnya masing-masing. Jangan melihat karena sekolah besar, tapi sesuai pembinaan dan bakat yang dimiliki,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa para juara di tingkat kabupaten harus terus mendapatkan pembinaan sebelum tampil di ajang provinsi. “Kita ingin hasil terbaik, jangan sampai ketika tampil di provinsi malah memalukan,” ujarnya.

Sementara itu, Kabid SMP Disdik Garut, Teguh Iman Pribadi, S.Kom., selaku penanggung jawab kegiatan menjelaskan, FTBI tahun ini diikuti 511 peserta dari seluruh SMP di Kabupaten Garut. Terdapat tujuh mata lomba yang dipertandingkan, yaitu Nembang Pupuh, Carita Pondok, Maca Sajak, Maca jeung Nulis Aksara Sunda, Ngabodor Sorangan (Borangan), Biantara, dan Ngadongeng.

“Peserta yang menjadi wakil ke tingkat provinsi hanya juara 1 putra maupun putri. Insyaallah pelaksanaannya akan digelar pada 9 Oktober mendatang di Kota Bandung,” tutur Teguh.

Ia mengingatkan agar setiap sekolah tidak menjadikan festival ini sebagai beban. “Tahun kemarin kita jadi juara umum karena tuan rumah. Alangkah baiknya kalau prestasi itu juga bisa kita raih di tempat lain. Mudah-mudahan juara umum bisa dipertahankan,” tambahnya.

Sesuai juknis, setiap sekolah diwajibkan mengirimkan satu peserta untuk masing-masing mata lomba. Khusus nomor undian 1–20 yang berasal dari rayon selatan (rayon 6, 7, 8), mereka langsung memulai lomba pukul 07.30 WIB karena faktor geografis dan cuaca, sementara acara pembukaan baru dimulai pukul 08.30 WIB.

Tahun ini, pelaksanaan FTBI sedikit berbeda dari sebelumnya. Jika pada tahun sebelumnya melibatkan MKKS SMP bekerjasama dengan MGMP Bahasa Sunda, kali ini seluruh kepanitiaan ditangani langsung oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Garut dengan dukungan MGMP Bahasa Sunda.

Pantauan di lokasi, suasana pembukaan terkesan sederhana dan formal. Padahal, FTBI yang dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan ini menyimpan harapan besar sebagai wadah pembinaan generasi penerus dalam upaya melestarikan bahasa Sunda di Kabupaten Garut.

Selain itu, sejumlah kepala sekolah yang hadir di sela perlombaan menyatakan, kehadiran mereka bertujuan untuk memantau siswa serta para pembimbing, sekaligus memberikan motivasi agar semangat peserta tetap terjaga. ***Jajang Sukmana