GARUT – Koordinator Wilayah (Korwil) Bidang Pendidikan Kecamatan Garut Kota menggelar Workshop Peningkatan Kompetensi Guru dan Kepala Sekolah dalam Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) serta Pembelajaran Mendalam selama tiga hari, Selasa–Kamis (26–28 Agustus 2025), di Gedung PGRI Cabang Garut Kota, Jl. Jend. Sudirman No.1, Kelurahan Kota Kulon, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Kegiatan dibuka oleh Korwil Bidang Pendidikan Kecamatan Garut Kota, Drs. H. Jujun Junaedi, M.Pd., bersama perwakilan Ketua PGRI Cabang Garut Kota, Ketua K2S, dan Koordinator Pengawas. Workshop ini diikuti para kepala sekolah dan guru perwakilan dari 60 SD di Kecamatan Garut Kota, serta dua pengawas sekolah.
Dalam sambutannya, H. Jujun Junaedi menekankan pentingnya peningkatan kompetensi guru dan kepala sekolah agar tidak tertinggal oleh perkembangan zaman. “Jangan puas dengan apa yang sudah kita miliki. Dunia pendidikan terus berkembang. Jika kita tidak mengikutinya, kita bisa menjadi korban perubahan. Kegiatan ini adalah anugerah untuk memperkuat kemampuan kita, baik di dunia maupun di akhirat. Mari manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi dukungan PGRI, K2S, dan jajaran pengawas yang bersinergi menyukseskan kegiatan ini. “Guru dan kepala sekolah harus siap berubah dan beradaptasi. Ilmu pengetahuan terus berkembang, termasuk pemanfaatan teknologi digital dan pembelajaran mendalam,” tambahnya.
Wakil Ketua 2 PGRI Cabang Garut Kota, Sudrajat Cahya Gumilar, S.Pd., M.Pd., yang hadir mewakili ketua cabang, mengajak guru memanfaatkan kegiatan ini untuk meningkatkan profesionalisme. “Walaupun waktunya hanya tiga hari, manfaatkanlah dengan baik. Guru adalah profesi yang membanggakan dan kini semakin diperhatikan negara. Jadilah guru yang profesional, ramah anak, dan mampu mengikuti perkembangan teknologi pembelajaran,” ujarnya.
Ketua K2S Kecamatan Garut Kota, Suwarso, S.Ag., M.Pd., menegaskan bahwa guru harus mengubah pola pikir dan metode pembelajaran. “Kurikulum terus berkembang. Kita harus belajar bersama menerapkan Koding, AI, dan Deep Learning di kelas. Pemerintah menargetkan pembelajaran yang lebih maju, dan itu hanya bisa dicapai jika guru siap berubah,” katanya.

Koordinator Pengawas, Pudin, M.Pd., menegaskan bahwa selain materi teknis, workshop juga membahas penyusunan KSP, pembinaan pegawai, serta penguatan Bahasa Sunda di sekolah dasar.
“Ini titik awal untuk memperdalam pembelajaran di gugus masing-masing. Guru harus siap menghadapi tantangan kurikulum baru dan meningkatkan mutu pendidikan di Garut Kota,” jelasnya.
Workshop ini diharapkan menjadi langkah nyata meningkatkan kompetensi guru dan kepala sekolah dalam menghadapi era digital dan mendorong lahirnya pembelajaran yang lebih berkualitas di Kecamatan Garut Kota.
Adapun Materi lengkap selama tiga hari yaitu: Selasa (26/8): Pembukaan oleh Korwil Bidang Pendidikan Garut Kota. Materi awal oleh Dr. Sandi Budi Irawan, M.Pd. (Ketua Prodi PGSD UPI Bumi Siliwangi) tentang integrasi Pembelajaran Mendalam dan Koding. Dilanjutkan penyusunan Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) oleh Pudin, M.Pd. (Koordinator Pengawas).
Rabu (27/8): Pembinaan kepegawaian oleh H. Jujun Junaedi, perencanaan dan praktik Pembelajaran Mendalam oleh Pudin, serta materi Aksara Sunda oleh Sri Asdianwati, M.Pd.
Kamis (28/8): Materi Growth Mindset oleh H. Ajat Sudrajat, S.Pd., M.Pd., Struktur Kurikulum (Permendikdasmen No.13/2025) dan perencanaan projek kokurikuler oleh Wawan Sopian, S.Pd., M.Pd./ H. Budi Purnama Alam, S.Pd., M.Pd., serta Keorganisasian PGRI oleh pengurus cabang. ***Jajang Sukmana




































