SDN 1 Sukakarya Tarogong Kidul Raih Penghargaan Sekolah Adiwiyata Tingkat Kabupaten Garut 2026

0
46

GARUT —  “Jagalah Bumi, Bumi Menjaga Kita.” Semangat tersebut menjadi bagian dari komitmen SDN 1 Sukakarya, Kecamatan Tarogong Kidul, setelah berhasil meraih penghargaan Sekolah Adiwiyata Tingkat Kabupaten Garut Tahun 2026.

Penghargaan tersebut diserahkan dalam acara penganugerahan yang digelar di Aula Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Garut, Kamis (27/8/2026).

SDN 1 Sukakarya menjadi salah satu dari 55 sekolah yang berhasil ditetapkan sebagai Sekolah Adiwiyata Tingkat Kabupaten Garut Tahun 2026. Sebelumnya, sebanyak 68 sekolah mengikuti proses penilaian sebagai Calon Sekolah Adiwiyata.

Sekolah-sekolah yang telah ditetapkan sebagai penerima penghargaan selanjutnya akan dipersiapkan untuk menuju tahapan berikutnya sebagai Calon Sekolah Adiwiyata Tingkat Nasional Tahun 2026.

Program Adiwiyata di Kabupaten Garut merupakan hasil sinergi antara Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Garut, Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Kementerian Agama Kabupaten Garut, serta Yayasan Bakti Barito.

Dalam kegiatan penganugerahan tersebut hadir dan memberikan sambutan, di antaranya Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Garut Jujun Juansyah, Direktur Yayasan Bakti Barito Dian Purbasari, Arif Budiman dari Star Energy Darajat 2, serta Wakil Bupati Garut, drg. Hj. Luthfianisa Putri Karlina, M.BA.

Kepala SDN 1 Sukakarya, Dewi Sinta, S.Pd., menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga sekolah yang dipimpinnya berhasil meraih penghargaan tersebut.

Menurutnya, pencapaian Sekolah Adiwiyata tidak terlepas dari kerja sama dan komitmen seluruh warga sekolah, madrasah, masyarakat, Dinas Lingkungan Hidup, Yayasan Bakti Barito, serta berbagai pihak lainnya yang telah bersinergi dalam mewujudkan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

“Penghargaan ini merupakan hasil perjuangan bersama. Ke depan, mudah-mudahan kita semakin konsisten menjaga lingkungan sekolah, melakukan penghematan energi, serta merawat dan mengelola tumbuhan di area sekolah,” ungkap Dewi Sinta.

Ia juga memberikan apresiasi kepada para orang tua siswa yang selama ini terus bersinergi dengan pihak sekolah dalam menumbuhkan kesadaran dan kepedulian siswa terhadap lingkungan.

Bagi SDN 1 Sukakarya, penghargaan tersebut bukanlah akhir dari sebuah perjuangan. Sebaliknya, capaian ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan komitmen dalam membangun budaya peduli dan berwawasan lingkungan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

Dengan semangat kebersamaan, seluruh warga SDN 1 Sukakarya diharapkan terus menjaga dan merawat lingkungan, tidak hanya di lingkungan sekolah, tetapi juga di rumah dan lingkungan tempat tinggal masing-masing.

“Jagalah Bumi, Bumi Menjaga Kita” menjadi pengingat bahwa kepedulian terhadap lingkungan harus terus ditanamkan dan diwujudkan melalui tindakan nyata demi masa depan yang lebih baik. (Jajang Sukmana)