Puluhan Insan Pendidikan Garut Terima Penghargaan pada Hardiknas 2026

0
41

Garut, 2 Mei 2026 — Momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 menjadi panggung apresiasi bagi insan pendidikan di Kabupaten Garut. Dinas Pendidikan Kabupaten Garut memberikan penghargaan kepada puluhan siswa, guru, kepala sekolah, hingga lembaga pendidikan yang dinilai telah menorehkan prestasi sekaligus berkontribusi nyata dalam memajukan dunia pendidikan.

Penghargaan tersebut diumumkan dalam upacara bendera sebagai bentuk pengakuan atas dedikasi dan capaian di berbagai bidang, mulai dari prestasi akademik dan non-akademik hingga peningkatan mutu pendidikan berbasis rapor pendidikan.

Penyerahan penghargaan dilakukan langsung oleh Abdusy Syakur Amin dalam upacara peringatan Hardiknas yang berlangsung khidmat di Alun-Alun Garut. Momen tersebut menjadi simbol komitmen pemerintah daerah dalam mendorong budaya berprestasi di lingkungan pendidikan.

Di tingkat peserta didik, sejumlah siswa berhasil mengharumkan nama daerah melalui berbagai ajang lomba. Kayla Kober Avicenna Azzahra dari Kecamatan Cibalong meraih juara membatik anak tingkat kabupaten, sementara Muhamad Mitsagan Ghalidza dari TK Al Wasilah Al-Musaddadiyah tampil sebagai juara tahfidz anak.

Pada jenjang SMP, prestasi gemilang juga ditunjukkan dalam ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional. Nudiya Atani Al Haq dari SMPN 1 Garut meraih juara 1 solo vokal, Nayla Rahmawati dari SMPN 1 Cigedug menjadi juara 1 mendongeng, serta Nisfy Syabanniah dari SMPN 1 Cisurupan meraih juara 1 ilustrasi.

SMPN 1 Cilawu turut mencatatkan prestasi membanggakan melalui Nopalis Zahra Pani dan tim sebagai juara 1 tari kreasi, serta Marcyello Brylian Hardianto dan tim yang meraih juara 1 kreativitas musik tradisional. Capaian ini memperkuat posisi Garut sebagai daerah dengan potensi seni pelajar yang terus berkembang.

Penghargaan juga diberikan kepada para guru dan tenaga kependidikan yang berperan penting di balik keberhasilan tersebut. Sendi Lia Lestari, S.Pd meraih juara lomba guru berbagi praktik baik, sementara Atin Fathimah, M.Pd dinobatkan sebagai guru pendamping LCT terbaik jenjang SMP.

Di sisi lain, peningkatan mutu pendidikan turut menjadi perhatian melalui apresiasi terhadap capaian rapor pendidikan. SDN 5 Mekarwangi dinilai sebagai sekolah dengan peningkatan skor numerasi tertinggi jenjang SD, sedangkan SMPN 2 Cisewu mencatat capaian skor literasi tertinggi jenjang SMP.

Tak kalah penting, lembaga pendidikan nonformal juga menunjukkan kiprahnya. PKBM Tarbiyyatul Ghad dan PKBM Sadina di Kecamatan Cilawu mendapatkan penghargaan atas peningkatan signifikan dalam aspek literasi dan numerasi.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, H. Asep Wawan Budiman, S.Pd., M.Si., menyampaikan bahwa penghargaan ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi seluruh insan pendidikan untuk terus berinovasi.

“Prestasi ini bukan hanya kebanggaan individu, tetapi juga cerminan kemajuan pendidikan di Kabupaten Garut. Kami berharap capaian ini dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi seluruh satuan pendidikan,” ujarnya.

Peringatan Hardiknas tahun ini menegaskan bahwa kolaborasi antara siswa, guru, dan lembaga pendidikan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga berkarakter dan siap menghadapi tantangan masa depan. (Jajang Sukmana)