SMAN 1 Garut sebagai “Sekolah Maung” Jawa Barat

0
9
Kepala SMAN 1 Garut, Dra. Sri Mulyani, M.Pd.

GARUT — Dinas Pendidikan Wilayah XI Provinsi Jawa Barat menggelar sosialisasi Sistem Pendidikan Berbasis Manusia (SPBM) atau program “Sekolah Manusia Unggul” (Sekolah Maung) di Gedung Olahraga SMAN 1 Garut, Rabu (20/5/2026). Dalam kegiatan tersebut, SMAN 1 Garut resmi ditunjuk sebagai salah satu pelaksana program Sekolah Maung di Kabupaten Garut.

Program Sekolah Maung merupakan gagasan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mencetak peserta didik yang unggul, berkarakter, dan berkembang sesuai bakat serta potensi alaminya. Meski demikian, program tersebut tidak mengubah nama resmi sekolah. SMAN 1 Garut tetap menggunakan nama institusinya, namun menerapkan kurikulum dan sistem pembelajaran khusus berbasis minat serta potensi siswa.

Kepala SMAN 1 Garut, Dra. Sri Mulyani, M.Pd., menyampaikan bahwa penunjukan SMAN 1 Garut sebagai Sekolah Maung bukan sekadar keinginan, melainkan bentuk pengakuan atas rekam jejak prestasi sekolah yang telah dibangun sejak lama.

“Kalau menurut pendapat saya, SMAN 1 Garut layak ditunjuk sebagai SMA Negeri Maung Jawa Barat. Kalau kita flashback dari dulu, SMA Negeri 1 Garut merupakan salah satu sekolah yang difavoritkan masyarakat Garut karena prestasinya. Prestasi itu bukan hanya ditunjukkan oleh sekolahnya saja, tetapi juga oleh siswa-siswinya yang luar biasa dari dulu sampai sekarang,” ujarnya usai kegiatan sosialisasi.

Sri Mulyani menjelaskan, SMAN 1 Garut telah menorehkan berbagai prestasi membanggakan, di antaranya sebagai Sekolah Sehat Nasional, Adiwiyata Mandiri, sekolah berbasis ISO, hingga penghargaan pelayanan prima tingkat nasional. Selain itu, lulusan SMAN 1 Garut juga banyak diterima di berbagai perguruan tinggi negeri ternama seperti Institut Teknologi Bandung, Universitas Padjadjaran, Universitas Pendidikan Indonesia, dan Politeknik Negeri Bandung.

“Harapan kami tentu SMAN 1 Garut kembali kepada marwahnya sebagai sekolah terbaik, sekolah yang difavoritkan dan diunggulkan. Tidak hanya dari capaian sekolahnya, tetapi juga siswa-siswi ke depan semakin unggul, baik dalam prestasi akademik maupun nonakademik,” tuturnya.

Perempuan pertama yang menjabat sebagai Kepala SMAN 1 Garut tersebut juga menegaskan kesiapan sekolah dalam menjalankan program Sekolah Maung. Meski baru sekitar tujuh bulan memimpin sekolah dan merupakan alumni SMAN 1 Garut angkatan 1986, Sri Mulyani mengaku seluruh ekosistem sekolah telah dipersiapkan secara matang.

Berbagai langkah strategis telah dilakukan, mulai dari pembentukan tim internal, peningkatan kompetensi guru, pelaksanaan workshop dan bimbingan teknis (bimtek), hingga sosialisasi masif kepada seluruh stakeholder pendidikan.

Rd. Yusup Satria Gautama, S.Pd (Ketua MKKS SMP Kabupaten Garut/Kepala SMPN 1 Garut)

Dalam implementasinya, Sekolah Maung menerapkan kurikulum berbasis minat dan bakat siswa. Pembelajaran diarahkan sesuai “DNA” peserta didik, seperti kelas khusus olahraga, seni, hingga industri kreatif. Jumlah siswa dalam setiap kelas pun dibatasi maksimal 32 orang agar proses pembelajaran lebih optimal.

Sementara itu, sistem penerimaan murid baru (SPMB) Sekolah Maung dilakukan 100 persen melalui jalur prestasi tanpa sistem zonasi. Pendaftaran direncanakan dibuka lebih awal dibanding sekolah reguler.

Kegiatan sosialisasi yang berlangsung di Gedung Serbaguna SMAN 1 Garut tersebut dihadiri camat, Kabid SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Garut, kepala SMP negeri dan swasta se-Kabupaten Garut atau perwakilannya, unsur Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XI Jawa Barat, jajaran komite sekolah, dewan guru, serta berbagai stakeholder pendidikan lainnya.

Dengan semangat baru melalui program Sekolah Maung, SMAN 1 Garut optimistis dapat menjadi salah satu pilar utama dalam mencetak generasi manusia unggul dan menjadi standar baru kualitas pendidikan di Jawa Barat. (Jajang Sukmana)