
Garut – Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (Porsadin) VIII tingkat Kecamatan Bayongbong kembali digelar oleh Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kecamatan Bayongbong. Bertempat di MTs Al-Jumhuriyah, Desa Mulyasari, Kecamatan Bayongbong, Garut, Sabtu (5/7/2026).
Kegiatan dua tahunan ini menjadi ajang seleksi sekaligus wadah pengembangan bakat, kreativitas, dan prestasi santri Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) se-Kecamatan Bayongbong.
Ratusan santri dari seluruh desa di Kecamatan Bayongbong turut ambil bagian dalam kompetisi yang mempertandingkan 16 cabang lomba, terdiri atas cabang olahraga dan seni. Selain menjadi ajang kompetisi, Porsadin juga menjadi momentum mempererat ukhuwah dan silaturahmi keluarga besar Madrasah Diniyah.
Ketua FKDT Kecamatan Bayongbong, Ujang Salahuddin, mengatakan Porsadin merupakan agenda rutin FKDT yang bertujuan menggali sekaligus mengembangkan potensi santri dari tingkat desa hingga kecamatan.
“Alhamdulillah, Porsadin merupakan program rutin dua tahunan FKDT. Hari ini para juara dari masing-masing desa bertanding di tingkat kecamatan untuk memperebutkan gelar juara umum sekaligus mempersiapkan atlet terbaik menuju Porsadin tingkat Kabupaten Garut,” ujarnya.
Tahun ini, Porsadin mempertandingkan empat cabang olahraga, yakni futsal, badminton, tenis meja, dan lari. Sementara cabang seni meliputi tahfidz, murotal, kaligrafi, adzan, nadom, sholawat solo, serta sejumlah perlombaan keagamaan lainnya.
Setiap desa mengirimkan sekitar 50 santri sebagai peserta. Kemeriahan kegiatan juga melibatkan guru Madrasah Diniyah, kepala madrasah, orang tua santri, hingga masyarakat. Acara dibuka dengan Pawai Taaruf yang mengelilingi Desa Mulyasari dan berlangsung semarak.
“Ini bukan hanya perlombaan, tetapi juga ajang silaturahmi besar warga Diniyah se-Bayongbong. Alhamdulillah seluruh elemen ikut berpartisipasi sehingga suasana semakin meriah,” tambahnya.
Lebih lanjut, Ujang menegaskan bahwa Porsadin tingkat kecamatan menjadi tahap penting dalam menentukan wakil Bayongbong pada Porsadin tingkat Kabupaten Garut. FKDT Bayongbong menargetkan mampu kembali meraih gelar juara umum seperti yang pernah diraih pada tahun 2018.
“Mudah-mudahan Bayongbong kembali menjadi juara umum tingkat kabupaten. Jumlah MDTA di Bayongbong merupakan yang terbanyak di Kabupaten Garut, sehingga proses seleksi harus benar-benar objektif dan menghasilkan peserta terbaik,” tegasnya.
Untuk menjamin sportivitas, panitia menghadirkan juri dan wasit dari luar Kecamatan Bayongbong, yakni dari Kecamatan Samarang, Pasirwangi, dan Sukaresmi.
Hingga pelaksanaan kegiatan berlangsung, panitia telah mengantongi hasil beberapa cabang olahraga seperti futsal, badminton, tenis meja, dan lari. Sementara itu, penilaian untuk cabang seni masih terus berlangsung.
Porsadin FKDT Kecamatan Bayongbong tahun 2026 mendapat dukungan penuh dari Forkopimcam Bayongbong, Ketua APDESI Kecamatan Bayongbong, serta seluruh kepala desa se-Kecamatan Bayongbong sebagai bentuk komitmen bersama dalam memajukan pendidikan keagamaan dan mencetak generasi santri yang berprestasi. (YG)



































