Garut, 24 Juni 2026 – SD Muhammadiyah 2 Garut Kota menggelar Festival Akbar Aksi Kreasi Seni dan Khitanan Massal ke-10 bertema “Wujud Nyata Dakwah Sosial untuk Generasi Islam Berkemajuan” di lingkungan sekolah yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani No. 257, Kelurahan Kota Wetan, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Rabu (24/6/2026).
Kegiatan tersebut menjadi ajang kolaborasi antara pendidikan, dakwah sosial, dan pelayanan masyarakat. Festival Akbar tahun ini menghadirkan tiga agenda utama, yakni aksi kreasi seni siswa, khitanan massal ke-10, serta pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat.
Khitanan massal yang menjadi salah satu kegiatan unggulan dibatasi untuk 30 peserta. Para peserta mendapatkan berbagai fasilitas, antara lain layanan khitan oleh tenaga medis profesional, tumpeng dan kue khitan, tanda kasih (uang kadeudeuh), obat-obatan pasca khitan, celana sunat pelindung, sarung, dan mainan anak.

Mengusung semangat kepedulian dan gotong royong (ta’awun), kegiatan ini menjadi wujud nyata dakwah sosial Muhammadiyah dalam membantu anak-anak menjalankan syariat Islam, khususnya menjaga kesucian diri (thaharah) secara aman dan nyaman. Melalui kegiatan tersebut diharapkan lahir generasi Islam yang sehat, cerdas, berakhlak, dan berkemajuan.
Kepala SD Muhammadiyah 2 Garut Kota, Aji Suryadi, S.Pd.I., M.Pd., menyampaikan bahwa Festival Akbar merupakan program rutin yang terus dikembangkan sebagai bentuk pengabdian sekolah kepada masyarakat.

“Alhamdulillah, Festival Akbar tahun ini menghadirkan tiga kegiatan utama, yaitu aksi kreasi siswa, khitanan massal ke-10, dan cek kesehatan gratis. Kegiatan ini merupakan program yang bersifat berkelanjutan dan terus kami laksanakan setiap tahun, khususnya khitanan massal yang menjadi bagian dari dakwah sosial SD Muhammadiyah 2 Garut Kota,” ujarnya.
Aji mengungkapkan bahwa pelaksanaan kegiatan mendapat dukungan dari berbagai pihak, di antaranya Yayasan Amanah Kemanusiaan Global (AMAL), Baznas RI, Rumah Sakit Muhammadiyah Bandung, Universitas ‘Aisyiyah (UNISA), Indonesia Power, Kampus IMDA Muhammadiyah Garut, para donatur, serta sejumlah sponsor lainnya.

“Kami sangat bersyukur atas dukungan, doa, dan kerja sama dari berbagai pihak. Mudah-mudahan sinergi yang telah terjalin dapat terus ditingkatkan sehingga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Sesuai tema kegiatan, kami berharap ini menjadi wujud nyata dakwah sosial untuk melahirkan generasi Islam berkemajuan dan memperkuat peran amal usaha Muhammadiyah, khususnya SD Muhammadiyah 2 Garut Kota,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana, Hasanudin,, S.Pd.SD., Gr., mengaku bersyukur kegiatan khitanan massal dapat kembali dilaksanakan setelah sempat terhenti akibat pandemi Covid-19.

“Alhamdulillah, khitanan massal ke-10 ini dapat kembali terselenggara. Kami sangat bahagia karena kegiatan yang sempat vakum beberapa tahun akibat pandemi kini dapat dilaksanakan lagi. Terima kasih kepada seluruh donatur dan pihak terkait yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan ini berjalan dengan baik dan manfaatnya dapat dirasakan oleh anak-anak yang membutuhkan,” katanya.
Hasanudin berharap seluruh peserta segera pulih dan tumbuh menjadi generasi yang bermanfaat bagi agama, bangsa, dan orang tua. Ia juga berharap program khitanan massal dapat kembali menjadi agenda rutin yang dilaksanakan secara berkelanjutan.

“Mudah-mudahan anak-anak segera sehat dan menjadi generasi yang berguna bagi agama, bangsa, dan keluarga. Ke depan, kami berharap kegiatan ini dapat terus berjalan secara rutin, bahkan jika memungkinkan dapat dilaksanakan setiap tahun,” pungkasnya.
Acara ini dihadiri oleh berbagai unsur dan pemangku kepentingan, yang menunjukkan kuatnya dukungan terhadap dunia pendidikan dan kegiatan sosial keagamaan. Hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Bupati Garut yang diwakili oleh Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, dr. H. Maskut Farid, perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Garut yang diwakili oleh Kepala Bidang Sekolah Dasar, serta perwakilan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Garut yang diwakili oleh Pengawas Pembina Pendidikan Agama Islam (PAI).
Selain itu, turut hadir jajaran Pimpinan Wilayah Aisyiyah Jawa Barat, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Garut, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Garut Kota, Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) PCM Garut Kota, serta Komite Sekolah SD Muhammadiyah 2 Garut Kota. Kehadiran berbagai pihak tersebut menjadi bukti nyata sinergi dan kolaborasi dalam mendukung kemajuan pendidikan serta penguatan dakwah sosial di lingkungan sekolah. (Jajang Sukmana)


































