Garut, Selasa (21/7/2026) – Sebanyak 350 guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) Sekolah Dasar se-Kabupaten Garut mengikuti Sosialisasi Turnamen Sepak Bola Putri MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Garut Seri 1 Tahun 2026–2027 yang berlangsung di GOR PGRI Garut Kota, Jalan Sudirman No. 1, Kecamatan Garut Kota.
Kegiatan dilaksanakan dalam dua sesi, yakni sesi pertama pukul 09.00–11.30 WIB dan sesi kedua pukul 12.30–14.00 WIB. Sosialisasi ini merupakan persiapan menjelang pelaksanaan MilkLife Soccer Challenge Garut Seri 1 yang dijadwalkan berlangsung pada 3–8 November 2026.
Dinas Pendidikan Kabupaten Garut mengundang satu orang guru PJOK dari setiap satuan pendidikan dasar, sehingga terkumpul sebanyak 350 peserta dari seluruh kecamatan di Kabupaten Garut.
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Koordinator Teknis Ajang Talenta Kabupaten Garut Tahun 2026, Wawan Sopyan, S.Pd., M.Pd., yang hadir mewakili Dinas Pendidikan Kabupaten Garut.
Dalam sambutannya, Wawan Sopyan menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya program pembinaan olahraga yang didukung melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Menurutnya, kolaborasi berbagai pihak sangat penting dalam memperluas kesempatan peserta didik untuk mengembangkan bakat dan prestasi di bidang olahraga, khususnya sepak bola putri.
Ia berharap para guru PJOK dapat menjadi motor penggerak pembinaan olahraga di sekolah masing-masing. Selain mendukung pelaksanaan berbagai ajang talenta, guru PJOK juga diharapkan mampu menjaring peserta didik berbakat sejak dini.
“Program ini menjadi kesempatan yang sangat baik untuk mencari dan membina bibit-bibit pesepak bola putri dari Kabupaten Garut. Pembinaan akan dimulai dari tingkat sekolah, kemudian berlanjut ke tingkat kecamatan hingga kabupaten. Dari proses tersebut diharapkan lahir atlet-atlet berprestasi yang mampu bersaing di tingkat provinsi bahkan nasional,” ujarnya.
Wawan juga menegaskan bahwa keterlibatan guru PJOK tidak hanya sebatas mengirimkan peserta, tetapi juga berperan aktif dalam proses pembinaan, pendampingan, hingga menyukseskan penyelenggaraan kompetisi sebagai bagian dari pengembangan olahraga pelajar di Kabupaten Garut.
Sementara itu, tim penyelenggara MilkLife Soccer Challenge memberikan penjelasan mengenai mekanisme pelaksanaan turnamen, kategori usia yang dipertandingkan, yaitu U-8, U-10, dan U-12, sistem pertandingan, persyaratan peserta, serta tahapan seleksi yang akan dilaksanakan menjelang kompetisi.
Melalui sosialisasi ini, diharapkan seluruh guru PJOK memiliki pemahaman yang sama mengenai pelaksanaan turnamen sehingga mampu mempersiapkan peserta didik secara optimal.
MilkLife Soccer Challenge sendiri merupakan ajang pembinaan sepak bola putri usia dini yang bertujuan meningkatkan partisipasi siswi dalam olahraga sepak bola sekaligus melahirkan atlet-atlet muda berbakat yang dapat mengharumkan nama daerah di masa mendatang. (Jajang Sukmana)
































