Ratusan Pelajar Garut Semarakkan Pertandingan Olahraga Tradisional 2026

0
32

Garut – Suasana halaman Art Center Garut sudah dipenuhi ratusan pelajar SD/MI dan SMP/MTs sejak pagi buta, Sabtu (25/7/2026). Sebelum pertandingan dimulai, mereka tampak antusias melakukan pemanasan dengan memainkan berbagai olahraga tradisional. Bahkan, sebagian peserta telah datang sejak Jumat (24/7/2026) dan bermalam di area perkemahan yang disiapkan panitia, mulai dari tenda pleton berukuran besar, tenda berkapasitas 10–15 orang, hingga tenda kecil untuk 4–6 peserta.

Kegiatan Pertandingan Olahraga Tradisional 2026 berlangsung selama tiga hari, mulai 24 hingga 26 Juli 2026. Ajang ini bukan sekadar kompetisi memperebutkan gelar juara, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan kembali permainan tradisional kepada generasi muda sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya.

Ketua Pelaksana, Irno Sukarno, mengatakan ratusan peserta dari berbagai sekolah mengikuti beragam cabang olahraga tradisional yang kini mulai jarang dimainkan. “Mulai dari tarumpah panjang, egrang estafet, egrang halang-rintang, hadang, dagongan, lari balok, hingga balap karung, seluruh pertandingan berlangsung meriah dengan dukungan guru, orang tua, dan panitia,” ujar Irno melalui telepon selulernya, Senin (27/7/2026).

Ia menjelaskan, rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta, pengundian nomor pertandingan, laporan ketua pelaksana, kemudian dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Garut, Asep Mulyana, S.IP., M.Si., yang hadir mewakili Bupati Garut. Pembukaan ditandai dengan foto bersama serta dimulainya secara simbolis pertandingan cabang olahraga tradisional.

Menurut Irno, penyelenggaraan tahun ini merupakan pelaksanaan yang keempat. Sebelumnya, kegiatan serupa pernah digelar di Situ Cibeureum saat Diki Chandra menjabat Wakil Bupati Garut, kemudian di Desa Wisata Ciburial, Kecamatan Samarang, dan selanjutnya di kawasan Dayeuhmanggung.

Kompetisi dibagi menjadi dua kategori, yakni tingkat SD/MI dan SMP/MTs, sehingga peserta dapat bertanding sesuai kelompok usianya.

Lebih dari sekadar mencari juara, Irno menegaskan bahwa olahraga tradisional merupakan bagian dari identitas budaya yang harus terus diperkenalkan kepada generasi muda. “Kegiatan ini bertujuan meningkatkan prestasi olahraga tradisional di kalangan pelajar SD dan SMP sederajat, sekaligus memberikan pemahaman tentang budaya lokal Kabupaten Garut kepada generasi muda,” jelasnya.

Ia menilai perkembangan teknologi membuat anak-anak semakin akrab dengan gawai dibandingkan permainan tradisional yang dahulu menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Karena itu, kegiatan ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan anak terhadap gadget sekaligus mendorong mereka lebih aktif bergerak, berinteraksi, serta mengenal nilai kebersamaan melalui permainan tradisional. “Selain menjaga kesehatan fisik, olahraga tradisional juga mengajarkan kerja sama, sportivitas, konsentrasi, dan kekompakan antarpemain,” tambahnya.

Irno berharap pada penyelenggaraan mendatang semakin banyak sekolah dari seluruh wilayah Kabupaten Garut yang berpartisipasi. “Harapan kami ke depan, seluruh sekolah di Kabupaten Garut dapat mengirimkan atlet-atlet terbaiknya sehingga olahraga tradisional semakin berkembang dan pembinaannya semakin merata,” katanya.

Ia juga menjelaskan bahwa penyelenggaraan kegiatan merupakan hasil kolaborasi Dinas Pemuda dan Olahraga, Dinas Pendidikan, serta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Garut. Kolaborasi tersebut dinilai penting karena olahraga tradisional merupakan salah satu dari 10 Objek Pemajuan Kebudayaan, sekaligus memiliki potensi mendukung pengembangan sektor pariwisata melalui konsep sport tourism.

Selama tiga hari pelaksanaan, seluruh nomor pertandingan berlangsung kompetitif. Para peserta menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam cabang-cabang yang menguji keseimbangan, kecepatan, strategi, serta kekompakan tim.

Pada kategori SD/MI, SDN 3 Kota Kulon Garut Kota berhasil meraih Juara Umum, disusul MI Ciputat Limbangan sebagai juara kedua dan MI Iqro Leles di peringkat ketiga.

Sementara pada kategori SMP/MTs, MTsN 3 Garut Cisewu tampil dominan dan berhasil menjadi Juara Umum, diikuti MTs Iqro Leles sebagai juara kedua serta MTsN 2 Garut Cibatu di posisi ketiga. (Jajang Sukmana)