Reivansya, Murid SDN 2 Regol, Juara 1 Ngabodor Sorangan FTBI SD Kabupaten Garut 2026

0
107

GARUT — Prestasi membanggakan diraih murid SDN 2 Regol, Kecamatan Garut Kota, pada Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Jenjang Sekolah Dasar (SD) Tingkat Kabupaten Garut Tahun 2026. Reivansya Iskandar berhasil meraih Juara 1 Ngabodor Sorangan (Borangan) Putra dalam ajang yang digelar di SDN 1 Tanjungkamuning dan SDN 4 Tanjungkamuning, Jalan Tanjungkamuning (Garut-Bandung) Nomor 251, Kecamatan Tarogong Kaler, Kamis (10/9/2026) lalu.

Keberhasilan tersebut sekaligus mengantarkan Reivansya menjadi wakil Kabupaten Garut untuk mengikuti FTBI tingkat Provinsi Jawa Barat. Prestasi ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar SDN 2 Regol, sekaligus menunjukkan kesungguhan sekolah dalam mendorong murid mengembangkan kemampuan berbahasa dan berkesenian Sunda.

Kepala SDN 2 Regol, Neulis Setiawati, S.Pd.SD, saat dihubungi melalui telepon selulernya, Selasa (15/9/2026), menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada Reivansya atas prestasi yang berhasil diraihnya. Pihak sekolah pun memberikan penghargaan secara langsung pada upacara bendera, Senin (14/9/2026) pagi.

“Alhamdulillah, SDN 2 Regol mendapat kepercayaan menjadi Juara 1 FTBI tingkat kabupaten. Ini merupakan prestasi yang sangat membanggakan bagi sekolah maupun Dinas Pendidikan Kecamatan Garut Kota,” ujar Neulis.

Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, terutama para guru dan orang tua yang dengan gigih mendampingi serta melatih Reivansya hingga mampu tampil maksimal dalam kompetisi tingkat kabupaten.

“Terima kasih kepada semua pihak, terutama guru-guru dan orang tua yang telah gigih melatih serta mendukung Reivansya sampai detik ini,” katanya.

Neulis menambahkan, prestasi SDN 2 Regol pada FTBI SD tingkat Kecamatan Garut Kota, tidak hanya disumbangkan oleh Reivansya. Dua murid lainnya juga berhasil membawa pulang prestasi, yakni Ricko Arasy yang meraih Juara 3 Nembang Pupuh Putra dan Muhamad Janwar Sabiki yang meraih Harapan 1 Maca Sajak Putra.

Raihan tiga prestasi tersebut, kata Neulis, menjadi motivasi bagi sekolah untuk terus memberikan ruang kepada murid dalam mengembangkan potensi, khususnya di bidang bahasa dan seni budaya Sunda.

“Semoga ke depannya sekolah kita menjadi salah satu sekolah unggulan di Kabupaten Garut,” harapnya. (Jajang Sukmana)