
GARUT, Sabtu (30/5/2026) – SMP Negeri 2 Garut kembali menyelenggarakan Doega Action Art and Academic Competition IX dengan tema “Time to Shine: Merayakan Bakat, Pengetahuan, dan Kreativitas”. Kegiatan yang menjadi agenda tahunan sekolah ini secara resmi dibuka oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Iwan Riswandi, mewakili Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut.
Kompetisi yang berlangsung selama dua hari, Sabtu-Minggu, 30–31 Mei 2026, digelar di lingkungan SMPN 2 Garut dengan mempertandingkan berbagai cabang akademik dan seni. Pada bidang akademik dilombakan Olimpiade Matematika, IPA, dan IPS, sedangkan bidang seni meliputi Kaligrafi, Solo Vokal, Tembang Pupuh, Pidato Keagamaan, dan Story Telling.
Tahun ini, kegiatan yang memasuki penyelenggaraan ke-9 tersebut diikuti oleh siswa-siswi SD/sederajat dari berbagai wilayah, di antaranya Kecamatan Garut Kota, Bayongbong, Wanaraja, dan sejumlah kecamatan lainnya. Total peserta mencapai 482 siswa, terdiri atas 86 peserta Matematika, 138 peserta IPA, 125 peserta IPS, 40 peserta Kaligrafi, 26 peserta Solo Vokal, 7 peserta Tembang Pupuh, 25 peserta Story Telling, dan 35 peserta Pidato Keagamaan.

Dalam sambutannya, Iwan Riswandi memberikan apresiasi atas konsistensi SMPN 2 Garut dalam menyelenggarakan kompetisi yang mampu menjadi ruang pengembangan potensi peserta didik sejak usia dini.
Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat penting sebagai wadah bagi siswa untuk menampilkan bakat, minat, kreativitas, sekaligus mengasah kemampuan akademik mereka. Ia menilai Doega Action Art and Academic Competition sejalan dengan upaya mewujudkan generasi unggul dalam mendukung program pembangunan pendidikan menuju Garut Hebat yang berkelanjutan.
“Kegiatan ini sangat positif karena memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya. Bakat dan potensi yang dimiliki peserta didik perlu difasilitasi sejak dini agar dapat berkembang secara optimal,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala SMPN 2 Garut, Darsono, menjelaskan bahwa tujuan utama penyelenggaraan kegiatan ini adalah memberikan ruang bagi anak-anak yang memiliki talenta dan kemampuan di berbagai bidang, namun belum banyak memperoleh kesempatan untuk mengikuti perlombaan.
“Kami ingin mewadahi anak-anak yang memiliki potensi akademik maupun nonakademik agar mereka dapat menunjukkan kemampuannya. Banyak siswa berbakat yang belum tersalurkan melalui ajang kompetisi, sehingga kegiatan ini menjadi sarana untuk menggali dan mengembangkan potensi mereka,” ungkapnya.
Darsono menambahkan, seluruh peserta akan memperoleh sertifikat atau piagam penghargaan yang dapat dimanfaatkan sebagai salah satu dokumen pendukung saat melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya melalui jalur prestasi.
Selain itu, hasil kompetisi ini juga menjadi bahan pemetaan potensi calon peserta didik baru. Dengan demikian, sekolah dapat mengenali kemampuan akademik maupun bakat yang dimiliki peserta sejak awal.
“Bagi peserta yang nantinya mendaftar ke SMPN 2 Garut, kami sudah memiliki gambaran mengenai kemampuan mereka melalui kompetisi ini. Namun, sertifikat yang diperoleh juga dapat digunakan untuk mendaftar ke sekolah lain melalui jalur prestasi,” jelasnya.
Melalui penyelenggaraan Doega Action Art and Academic Competition IX, SMPN 2 Garut berharap dapat terus melahirkan generasi muda yang berprestasi, kreatif, berkarakter, serta mampu mengembangkan potensi terbaiknya baik di bidang akademik maupun seni. Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti komitmen sekolah dalam mendukung pengembangan talenta peserta didik sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Garut. (Jajang Sukmana)


































