SMPN 1 Tarogong Kidul Lepas 423 Murid Kelas IX, Sederhana namun Penuh Makna

0
118

Garut, 25 Juni 2026 – Kesederhanaan tidak mengurangi makna. Tanpa kemegahan panggung dan dekorasi mewah, SMPN 1 Tarogong Kidul tetap mampu menghadirkan suasana khidmat, haru, dan penuh kebersamaan dalam prosesi pelepasan 423 murid kelas IX Tahun Ajaran 2025/2026 yang berlangsung di lapangan olahraga sekolah, Kamis (25/6/2026).

Kegiatan yang digelar di lingkungan SMPN 1 Tarogong Kidul, Jalan Subyadinata No. 81, Jayaraga, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut ini hanya beralaskan karpet sederhana dengan latar baligo bertuliskan pelepasan peserta didik. Namun, kesederhanaan tersebut justru menjadi cerminan rasa syukur dan kebersamaan yang begitu kuat.

Mengusung tema “Melangkah dengan Ilmu, Berkarakter dengan Hati, Masa Depan yang Gemilang”, acara dihadiri oleh orang tua dan wali murid kelas IX, kepala sekolah, dewan guru, tenaga kependidikan, pengawas pembina, serta sejumlah tamu undangan.

Kepala SMPN 1 Tarogong Kidul, Lia Wilianti Komardi, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga dan haru atas perjalanan para siswa selama tiga tahun menempuh pendidikan di SMPN 1 Tarogong Kidul.

“Anak-anakku, tiga tahun sudah kalian menimba ilmu di sini. Tentu berbagai rasa pernah kalian rasakan, mulai dari senang, sedih, panik, lelah, bahkan mungkin sakit. Mudah-mudahan semua itu menjadi kenangan indah dan pelajaran berharga yang akan kalian bawa dalam perjalanan meraih cita-cita,” ujarnya.

Ia berharap seluruh lulusan mampu menjadi generasi yang unggul, mandiri, dan berkarakter dalam menghadapi tantangan masa depan. “Kami berharap kalian menjadi generasi penerus yang cerdas, mandiri, dan berkarakter. Teruslah belajar dan berjuang untuk mencapai cita-cita setinggi-tingginya,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Lia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh guru, tenaga kependidikan, dan staf administrasi yang telah memberikan dedikasi terbaik dalam mendidik dan membimbing peserta didik.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh guru dan tenaga kependidikan yang telah memberikan pengabdian terbaik bagi anak-anak. Semua yang dilakukan semata-mata untuk membentuk generasi yang berbakti kepada orang tua, agama, nusa, dan bangsa,” tuturnya.

Ia pun menyampaikan permohonan maaf kepada para orang tua apabila selama proses pendidikan terdapat hal-hal yang kurang berkenan.

“Hari ini kami mengembalikan putra-putri Bapak dan Ibu setelah menyelesaikan pendidikan di SMPN 1 Tarogong Kidul. Apabila ada kekurangan selama kami mendidik, kami mohon maaf. Tidak ada tujuan lain selain berusaha menjadikan anak-anak kita generasi terbaik,” ungkapnya.

Momen paling mengharukan terjadi saat prosesi pengalungan medali yang dilakukan langsung oleh orang tua kepada putra-putrinya. Suasana semakin emosional ketika para siswa melanjutkan dengan sungkeman sebagai bentuk penghormatan dan ungkapan terima kasih atas kasih sayang, doa, serta pengorbanan orang tua selama mendampingi perjalanan pendidikan mereka.

Sebagai simbol harapan dan cita-cita yang akan terus melambung tinggi, seluruh peserta kemudian mengikuti prosesi pelepasan balon bersama yang melibatkan siswa, orang tua, dan pihak sekolah.

Dalam kegiatan tersebut, sekolah juga memberikan penghargaan kepada murid-murid berprestasi, sebagai bentuk apresiasi atas capaian yang telah mengharumkan nama sekolah.

Keunikan acara sudah terasa sejak awal kegiatan. Kepala SMPN 1 Tarogong Kidul, Lia Wilianti Komardi, tampil membawakan tari kontemporer sebagai pembuka rangkaian acara. Penampilan tersebut mendapat sambutan hangat dari para hadirin dan menjadi simbol kreativitas serta kedekatan antara pimpinan sekolah dengan peserta didik.

Acara semakin semarak dengan berbagai penampilan kreatif siswa, mulai dari atraksi Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra), pertunjukan tari, permainan angklung, hingga beragam hiburan lainnya yang berhasil memukau para hadirin.

Meski dipersiapkan dalam waktu yang relatif singkat dan dilaksanakan secara sederhana, prosesi pelepasan SMPN 1 Tarogong Kidul berlangsung lancar, penuh kekeluargaan, dan meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta yang hadir. Kesederhanaan yang ditampilkan justru memperlihatkan bahwa makna sebuah pelepasan tidak terletak pada kemewahan acara, melainkan pada rasa syukur, kebersamaan, dan harapan yang mengiringi langkah para lulusan menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi serta masa depan yang gemilang. (Jajang Sukmana)