Empat Pegawai Prima Insani Garut Mendapat Hadiah Umrah

0
125

GARUT — Pengabdian panjang selama satu dekade mendapat apresiasi istimewa dari Yayasan Pendidikan Prima Insani Garut. Dalam puncak perayaan 24th Milad Prima Insani, yayasan memberikan penghargaan 10 Tahun Pengabdian kepada empat pegawai yang dinilai telah mendedikasikan waktu, tenaga, dan kompetensinya untuk kemajuan lembaga.

Bukan sekadar piagam penghargaan, masing-masing penerima memperoleh reward umrah senilai Rp38 juta. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas loyalitas dan pengabdian selama 10 tahun, sekaligus menjadi bagian dari komitmen yayasan dalam menghargai perjalanan profesional para pegawainya.

Keempat penerima penghargaan tersebut yakni Nuraini, S.Pd., Sani Nuryanti, S.Pd., Tsany Mahrunnisa, S.Pd.I., dan Santi Restu Rismayanti, S.Pd. Pemberian reward umrah itu menjadi salah satu momen paling emosional dalam rangkaian perayaan Milad ke-24 Prima Insani.

Suasana haru seketika menyelimuti ruangan ketika nama keempat pegawai tersebut diumumkan. Para penerima tampak berkaca-kaca, demikian pula sejumlah guru dan jajaran pengurus yang menyaksikan prosesi penghargaan. Tangis haru pecah sebagai ungkapan rasa syukur dan kebahagiaan atas apresiasi yang tidak mereka sangka sebelumnya.

Momen tersebut berlangsung dalam puncak rangkaian 24th Milad Prima Insani di Convention Hall Glamping Sabda Alam, Jalan Raya Cipanas No. 3, Rancabango, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Ahad (27/9/2026).

Penyerahan reward umrah dilakukan langsung oleh Ketua Yayasan Pendidikan Prima Insani Garut, Hj. Lilis Rostina, M.Pd., dan disaksikan 122 guru dari jenjang PG/TK, dan SD, jajaran pengurus yayasan, Kepala PG/TK Santi Rismayanti, S.Pd., serta Kepala SD Puji Fauziah, S.Pd.SD.

Bagi keluarga besar Prima Insani, penghargaan tersebut bukan semata-mata bentuk apresiasi atas lamanya masa kerja. Sepuluh tahun pengabdian dipandang sebagai perjalanan yang di dalamnya terdapat konsistensi, ketekunan, loyalitas, dan ketulusan dalam menjalankan amanah pendidikan.

Keempat penerima penghargaan juga dinilai telah menunjukkan kapasitas sebagai pribadi yang cakap dalam menjalankan tugas sekaligus mampu mengintegrasikan nilai-nilai keimanan dan ketakwaan dalam kehidupan profesional. Pengabdian yang dijalani dengan ketulusan tersebut diyakini sebagai buah manis dari perjalanan yang senantiasa diniatkan untuk beribadah kepada Allah SWT.

Dalam perspektif tersebut, bekerja tidak semata-mata dipandang sebagai upaya mencari nafkah atau membangun karier. Lebih dari itu, pekerjaan menjadi sarana untuk menjalankan amanah dan menghadirkan kebermanfaatan bagi orang lain.

Niat karena Allah, menjaga integritas, dan memandang pekerjaan sebagai bagian dari ibadah menjadi nilai yang ditekankan dalam penghargaan tersebut. Sebab, keberhasilan dalam bekerja tidak hanya diukur dari hasil yang terlihat, tetapi juga dari bagaimana seseorang menjalani proses dengan tetap menjaga nilai, etika, dan batasan yang telah ditetapkan Allah SWT.

Reward umrah itu pun menjadi simbol bahwa pengabdian yang dilakukan dengan ketulusan, integritas, dan keimanan memiliki nilai yang jauh lebih luas daripada sekadar penghargaan material. Bagi empat pegawai Prima Insani tersebut, satu dekade pengabdian akhirnya berbuah kesempatan untuk memenuhi salah satu perjalanan spiritual yang sangat bermakna.

Di tengah suasana haru Milad ke-24, penghargaan tersebut sekaligus menjadi pesan bagi seluruh keluarga besar Prima Insani bahwa loyalitas dan ketulusan dalam bekerja tidak pernah sia-sia. Setiap langkah pengabdian yang dijalani dengan niat baik, profesionalisme, dan keimanan akan selalu memiliki makna dan nilai di hadapan Allah SWT. (Jajang Sukmana)