SDN 6 Kota Kulon, Satu-satunya Sekolah di Garut Kota Raih Penghargaan Adiwiyata Kabupaten Garut 2026

0
16

GARUT — SDN 6 Kota Kulon menjadi satu-satunya sekolah di Kecamatan Garut Kota yang berhasil meraih penghargaan Sekolah Adiwiyata Tingkat Kabupaten Garut Tahun 2026.

Penghargaan tersebut diterima SDN 6 Kota Kulon dalam acara penganugerahan Sekolah Adiwiyata yang digelar di Aula Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Garut, Kamis (27/8/2026).

Kepala SDN 6 Kota Kulon, Nurhasanah, S.Pd., mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga sekolah yang dipimpinnya berhasil meraih penghargaan tersebut.

“Alhamdulillah, kami menjadi bagian dari 55 sekolah yang ditetapkan sebagai Sekolah Adiwiyata Tingkat Kabupaten Garut. Selanjutnya, kami akan dipersiapkan menjadi Calon Sekolah Adiwiyata Tingkat Nasional Tahun 2026,” ujar Nurhasanah saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (28/8/2026).

Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari sinergi dan kolaborasi berbagai pihak, khususnya Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Garut, Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Kementerian Agama Kabupaten Garut, serta Yayasan Bakti Barito.

Nurhasanah menilai, program Adiwiyata tidak harus dimulai dengan sesuatu yang besar. Menurutnya, setiap sekolah dapat mengembangkan program lingkungan sesuai dengan kemampuan, kondisi, sarana dan prasarana yang dimiliki.

“Jangan takut untuk menjadi sekolah Adiwiyata. Prosesnya bertahap. Manfaatkan sarana dan prasarana yang ada serta bangun kerja sama dengan orang tua,” katanya.

Ia mencontohkan, sekolah dapat mengajak peserta didik memanfaatkan barang-barang bekas yang ada di rumah untuk mendukung program lingkungan sekolah. Salah satunya dengan membawa galon bekas air mineral untuk dimanfaatkan menjadi pot tanaman.

“Intinya adalah kolaborasi, punya inisiatif dan inovasi, serta ada keinginan bersama untuk mewujudkan sekolah Adiwiyata,” ujarnya.

Di SDN 6 Kota Kulon, kepedulian terhadap lingkungan juga terus ditanamkan kepada peserta didik melalui kegiatan sederhana yang dilakukan secara konsisten. Salah satunya, setiap peserta didik diwajibkan memiliki dan merawat satu pot tanaman.

“Tahun ini kami mewajibkan anak-anak memiliki satu pot. Mewujudkannya sebenarnya tidak sulit. Yang sulit justru bagaimana merawatnya,” tutur Nurhasanah.

Untuk memastikan tanaman tetap terawat, sekolah juga memiliki program rutin setiap Jumat. Para peserta didik diajak merawat dan memelihara tanaman serta lingkungan sekolah. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari pembiasaan karakter peduli lingkungan.

Selain kegiatan lingkungan, program Jumat juga diisi dengan kegiatan keagamaan, di antaranya pelaksanaan salat Dhuha secara bersama-sama.

Nurhasanah berharap penghargaan yang diterima bukan menjadi tujuan akhir, melainkan menjadi motivasi bagi seluruh warga sekolah untuk terus menjaga dan meningkatkan budaya peduli lingkungan.

“Sekolah Adiwiyata itu adalah kolaborasi. Saling menjaga, saling memelihara, dan harus terus memiliki semangat untuk menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, nyaman dan berkelanjutan,” pungkasnya. (Jajang Sukmana)