GARUT — SMP Negeri 1 Cisurupan berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih sembilan juara pada Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Jenjang SMP Tingkat Kabupaten Garut Tahun 2026.
Ajang yang menjadi wadah pelestarian dan pengembangan bahasa serta sastra daerah tersebut berlangsung di Kampus Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut, Jalan Terusan Pahlawan Nomor 32, Sukagalih, Kecamatan Tarogong Kidul, Kamis–Jumat (27–28/8/2026).
Sembilan prestasi yang diraih para peserta didik SMPN 1 Cisurupan berasal dari berbagai cabang lomba, baik kategori putra maupun putri.

Pada kategori putra, prestasi yang berhasil diraih yakni Juara 1 Ngadongeng atas nama Herdiyansyah Putra, Harapan 3 Maca Sajak atas nama Resa Anugrah P.H, Juara 2 Nulis Carpon atas nama Muhammad Fadhil, Juara 1 Maca Jeung Nulis Aksara Sunda atas nama Ripki Rahmawan, serta Harapan 2 Borangan atas nama Bima Arapi Nuryadin.
Sementara pada kategori putri, SMPN 1 Cisurupan meraih Harapan 2 Biantara melalui Zahra Siti Nadila dan Juara 2 Ngadongeng melalui Zahwa Siti Nadila. Selain itu, Elia Mayahusna berhasil meraih peringkat kedua pada cabang Maca Sajak, sedangkan Nadina Ayu menempati peringkat kelima pada cabang Borangan.

Capaian tersebut menjadi bukti keberhasilan SMPN 1 Cisurupan dalam mendorong peserta didiknya untuk mengenal, mencintai, sekaligus mengembangkan bahasa dan sastra daerah melalui berbagai kegiatan positif dan kompetitif.
Kepala SMPN 1 Cisurupan, H. Apip, S.Pd., M.Pd., saat dihubungi melalui ponselnya, Sabtu (29/8/2026), menyampaikan apresiasi atas perjuangan para peserta didik yang telah membawa nama baik sekolah dalam ajang FTBI tingkat Kabupaten Garut.

Ia mengungkapkan rasa bangga atas capaian yang diraih para siswa. Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kerja keras peserta didik, bimbingan para guru, serta dukungan orang tua dan seluruh keluarga besar SMPN 1 Cisurupan.
“Prestasi ini tentu sangat membanggakan bagi sekolah. Kami mengapresiasi perjuangan anak-anak dan para guru pembimbing yang telah mempersiapkan mereka dengan sungguh-sungguh,” ujarnya.

H. Apip berharap prestasi tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan sekolah, tetapi juga semakin menumbuhkan kecintaan peserta didik terhadap bahasa dan budaya Sunda.
“FTBI bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga dan melestarikan bahasa serta budaya daerah. Kami berharap anak-anak semakin percaya diri untuk menggunakan dan mengembangkan bahasa Sunda,” katanya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga para siswa SMPN 1 Cisurupan dapat tampil maksimal dan meraih prestasi dalam FTBI 2026.
“Semoga prestasi ini menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk terus berprestasi, baik di bidang bahasa dan sastra maupun bidang-bidang lainnya,” pungkasnya. (Jajang Sukmana)











































