SMPN 7 Garut Ranting 16 Raih Best Presentation, Buktikan Keterbatasan Bukan Penghalang untuk Berkarya

0
20

GARUT – Semangat, kreativitas, dan kekompakan mengantarkan Ranting 16 PGRI Cabang Garut Kota (SMP Negeri 7 Garut) meraih penghargaan Best Presentation atau Penyajian Terbaik dalam Lomba Memasak Mi Goreng. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Hari Guru Nasional (HGN) ke-32 tingkat PGRI Cabang Garut Kota tahun 2026.

Perlombaan berlangsung di Gedung PGRI Cabang Garut Kota, Jalan Jenderal Sudirman No. 1, Kelurahan Kota Kulon, Kecamatan Garut Kota, Kamis (5/11/2026). Di tengah persaingan antarranting, tim SMPN 7 Garut mampu menunjukkan kreativitas dan kekompakan hingga berhasil membawa pulang penghargaan kategori penyajian terbaik.

Capaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar SMPN 7 Garut. Terlebih, sekolah yang berada di lingkungan geografis relatif terpencil dengan jumlah peserta didik yang tidak sebanyak sekolah lainnya ini mampu menunjukkan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk tidak berpartisipasi dan berprestasi.

Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kontribusi empat anggota tim yang menjalankan tugas berbeda, tetapi saling melengkapi. Mereka adalah Irman Septiana sebagai Chef Utama, Sani Nurani sebagai Asisten Chef, Roswatin sebagai Penata Hidangan (Plating), serta Teti Supriatin sebagai Konten Kreator yang bertugas mendokumentasikan seluruh rangkaian kegiatan.

Sebagai Chef Utama, Irman Septiana menilai bahwa lomba memasak bukan sekadar ajang untuk menunjukkan kemampuan mengolah makanan atau memperebutkan penghargaan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk mengembangkan kreativitas, membangun kerja sama, serta menumbuhkan keberanian mencoba hal-hal baru.

“Menurut saya, kemenangan terbesar bukan hanya ketika kita mendapatkan penghargaan, tetapi ketika kita berani tampil, berusaha memberikan yang terbaik, dan mampu bekerja sama sebagai sebuah tim. Kami datang dengan segala keterbatasan yang ada, tetapi kami tidak ingin keterbatasan itu membatasi semangat untuk berkarya,” ungkapnya.

Ia berharap pengalaman mengikuti perlombaan tersebut menjadi motivasi untuk terus mengembangkan potensi diri sekaligus membawa nama baik sekolah dan keluarga besar PGRI.

Sementara itu, Sani Nurani yang bertugas sebagai Asisten Chef mengungkapkan bahwa pengalaman mengikuti lomba memberikan pelajaran berharga tentang arti kebersamaan dan saling mendukung dalam sebuah tim.

Menurutnya, keberhasilan tidak mungkin diraih hanya oleh satu orang. Setiap anggota memiliki peran dan kontribusi penting sesuai tugas serta kemampuannya masing-masing.

“Di dapur PGRI Garut Kota, kita belajar bahwa semua peran itu penting. Tidak harus menjadi yang paling menonjol untuk memberikan kontribusi. Ketika semua bekerja dengan tulus, saling membantu, dan memiliki tujuan yang sama, hasil terbaik akan lebih mudah diwujudkan,” tuturnya.

Ia berharap kegiatan serupa terus dilaksanakan karena selain menjadi wadah kreativitas, juga mampu mempererat silaturahmi dan solidaritas guru antarsekolah.

Pada bagian penyajian, Roswatin bertanggung jawab menata hidangan agar tampil menarik dan memiliki nilai estetika. Baginya, penyajian bukan sekadar mempercantik makanan, melainkan bagian dari kreativitas yang turut menentukan karakter sebuah karya.

“Ketika sebuah hidangan disajikan, ada cerita dan usaha di baliknya. Kami berusaha menghadirkan sesuatu yang bukan hanya enak dipandang, tetapi juga mencerminkan kesungguhan seluruh anggota tim. Penghargaan Best Penyajian Terbaik ini menjadi kebahagiaan sekaligus penyemangat bagi kami untuk terus berkreasi,” ujarnya.

Ia menambahkan, setiap orang memiliki kelebihan dan kesempatan untuk berkontribusi. Hal terpenting adalah bagaimana seluruh potensi tersebut disatukan sehingga menghasilkan sesuatu yang membanggakan.

Berbeda dengan anggota lainnya, Teti Supriatin mengambil peran sebagai Konten Kreator. Ia bertugas mendokumentasikan perjalanan tim melalui foto dan video, mulai dari persiapan hingga pelaksanaan perlombaan.

Baginya, dokumentasi bukan sekadar aktivitas mengambil gambar atau merekam video, tetapi juga menyimpan cerita tentang perjuangan, kebersamaan, kegembiraan, dan semangat para guru dalam mengikuti perlombaan.

“Setiap momen memiliki cerita yang layak dikenang. Ada kesibukan, canda, kerja sama, bahkan ketegangan saat mempersiapkan hidangan. Semua itu merupakan bagian dari perjalanan yang sangat berharga. Saya ingin setiap momen ini tidak hanya menjadi kenangan bagi kami, tetapi juga menjadi inspirasi bahwa guru-guru dari sekolah mana pun memiliki kesempatan yang sama untuk berkarya dan berprestasi,” katanya.

Penghargaan Best Presentation yang diraih Ranting 16 PGRI Cabang Garut Kota menjadi gambaran bahwa kesempatan untuk berprestasi tidak ditentukan oleh besar atau kecilnya sekolah, banyak atau sedikitnya jumlah peserta didik, maupun letak geografis sebuah satuan pendidikan.

Setiap sekolah memiliki potensi, setiap guru mempunyai kreativitas, dan setiap kesempatan dapat menjadi ruang untuk menunjukkan kemampuan.

Bagi keluarga besar SMPN 7 Garut, pencapaian ini bukan semata-mata tentang penghargaan yang dibawa pulang. Lebih dari itu, pengalaman tersebut menjadi bukti bahwa keberanian untuk berpartisipasi, kemauan untuk berkolaborasi, dan kesungguhan memberikan yang terbaik merupakan bagian penting dari sebuah keberhasilan.

Prestasi ini sekaligus menjadi motivasi bagi seluruh warga sekolah untuk terus hadir, berpartisipasi, mengembangkan kreativitas, serta memberikan kontribusi positif dalam berbagai kegiatan PGRI.

Sekolah boleh berada di pelosok dan jumlah peserta didiknya tidak banyak, tetapi semangat untuk maju, berkarya, dan mengukir prestasi tidak boleh pernah kecil.

Salam solidaritas, kreativitas, dan kebersamaan. PGRI kuat, guru hebat, pendidikan bermartabat. (Jajang Sukmana)