Subhan Berbenah SMPN 2 Tarogong Kidul, Tuai Kekaguman

0
70

Garut — Siapa pun yang mengunjungi SMPN 2 Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jawa Barat, pasti akan melihat dan merasakan perubahan yang cukup mencolok. Penataan lingkungan sekolah yang dilakukan secara bertahap membuat suasana sekolah tampak lebih indah, rapi, tertib, dan nyaman.

Kesan tersebut salah satunya terlihat saat pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Tingkat Subrayon/Satuan Koordinasi Wilayah (Satkorwil) 2 yang digelar di SMPN 2 Tarogong Kidul, Jalan Flamboyan Nomor 25, Jayaraga, Kecamatan Tarogong Kidul, Rabu (26/8/2026).

Sejumlah kepala sekolah dan guru pembimbing dari berbagai sekolah yang hadir mengaku kagum melihat kondisi lingkungan SMPN 2 Tarogong Kidul. Bahkan, tempat pelaksanaan LCC dinilai memiliki suasana layaknya kegiatan tingkat kabupaten.

Penataan lokasi lomba yang dikemas dengan nuansa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia semakin menambah semarak kegiatan. Lingkungan yang tertata dan dekorasi bernuansa kemerdekaan membuat suasana kompetisi terasa lebih meriah, sekaligus memberikan kesan positif kepada para peserta, pendamping, dan tamu yang datang.

Perubahan tersebut tidak terlepas dari peran Plt. Kepala SMPN 2 Tarogong Kidul, Subhan, S.Pd., M.Pd., yang juga merupakan Kepala SMPN 5 Tarogong Kidul Garut. Sejak mendapat amanah sebagai Plt., Subhan secara bertahap melakukan pembenahan di berbagai sektor lingkungan sekolah.

Penataan dilakukan mulai dari lapangan olahraga, koridor dan gerbang masuk sekolah, masjid, toilet, hingga taman sekolah. Pembenahan tersebut tidak hanya berorientasi pada keindahan, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan lingkungan belajar yang nyaman serta menumbuhkan budaya disiplin dan kebiasaan baik di kalangan pendidik, tenaga kependidikan, dan peserta didik.

“Menata dan membangun fasilitas itu gampang, tidak butuh waktu lama. Tapi membiasakan disiplin itu membutuhkan proses, dan tidak mudah,” ujar Subhan.

Menurutnya, perubahan fisik harus berjalan beriringan dengan perubahan kebiasaan. Karena itu, ia berupaya memberikan contoh secara langsung kepada seluruh warga sekolah.

Sebelum melakukan pembenahan, Subhan terlebih dahulu berkomunikasi dengan para pendidik dan tenaga kependidikan. Tidak sedikit di antara mereka yang awalnya menyampaikan, “Ulah, Pa, lebar. Bapa mah Plt, sanes definitif,” atau jangan terlalu jauh melakukan pembenahan karena dirinya masih berstatus Plt., bukan kepala sekolah definitif.

Namun, bagi Subhan, status definitif maupun Plt. bukan alasan untuk tidak melakukan hal terbaik selama mendapat amanah. “Bagi saya, definitif ataupun Plt. tidak ada bedanya. Selama diberi amanah, saya akan berusaha melakukan yang terbaik,” katanya.

Subhan pun tidak hanya memberikan instruksi. Ia memilih turun langsung memberikan contoh. Saat pengecatan, misalnya, ia ikut mengerjakannya. Begitu pula ketika melakukan pembenahan toilet, ia bersama para penjaga sekolah turun tangan secara langsung.

Sikap tersebut perlahan mengubah suasana kerja. Mereka yang sebelumnya masih enggan karena berbagai alasan akhirnya ikut tergerak. Dengan melihat pimpinan memberikan contoh terlebih dahulu, para pendidik dan tenaga kependidikan kemudian mengikuti dengan sukarela dan penuh semangat.

Bagi Subhan, membangun sekolah bukan semata-mata soal memperbaiki gedung atau mempercantik lingkungan. Yang tidak kalah penting adalah membangun budaya sekolah, menanamkan kebiasaan baik, kedisiplinan, rasa memiliki, serta kepedulian terhadap lingkungan.

Ia pun mengungkapkan, jika suatu saat dipercaya menjadi kepala sekolah definitif di SMPN 2 Tarogong Kidul, masih banyak pembenahan yang ingin dilakukan.

Di antaranya merombak bagian langit-langit koridor dan gerbang sekolah agar dibuat lebih tinggi dan memberikan kesan lebih megah. Logo sekolah juga direncanakan menggunakan bahan akrilik dengan pencahayaan sehingga dapat terlihat jelas dari kejauhan.

Selain itu, pemagaran taman sekolah serta pengecatan seluruh ruangan menjadi bagian dari rencana pembenahan agar lingkungan sekolah semakin indah, tertata, dan nyaman.

“Kalau saya definitif di sini, tentu masih banyak yang ingin dibenahi. Koridor dan gerbang ingin dibuat lebih tinggi, logo sekolah menggunakan akrilik dengan lampu supaya dari jauh terlihat jelas dan megah. Taman juga ingin dipagari, kemudian seluruh ruangan dicat agar lebih indah. Harapannya, semua merasa nyaman dan betah, sehingga anak-anak semakin semangat belajar,” tuturnya.

Perubahan yang dilakukan Subhan ternyata mendapat respons positif dari warga sekolah. Pendidik dan tenaga kependidikan mengaku merasakan perubahan yang cukup signifikan di berbagai sektor.

Lingkungan yang semakin tertata membuat mereka merasa lebih nyaman dalam menjalankan aktivitas. Lebih dari itu, muncul keinginan agar Subhan dapat melanjutkan kepemimpinannya sebagai kepala sekolah definitif di SMPN 2 Tarogong Kidul.

Bagi mereka, perubahan yang terjadi bukan hanya terlihat dari sisi fisik sekolah, tetapi juga mulai terasa dalam budaya kerja dan kebiasaan warga sekolah.

Itulah sedikit gambaran, pembenahan lingkungan, keteladanan pimpinan, serta penanaman disiplin dan kebiasaan baik menjadi satu kesatuan yang diharapkan mampu membawa SMPN 2 Tarogong Kidul semakin maju dan memberikan suasana belajar yang nyaman bagi seluruh peserta didik. (Jajang Sukmana)