Workshop Microsite Dorong Guru Karangpawitan Ciptakan Media Pembelajaran Digital

0
10

GARUT — Semangat guru untuk terus belajar, berkarya, dan berbagi dalam menghadirkan pembelajaran bermakna mendapat ruang melalui Workshop Pembuatan Media Pembelajaran Digital Berbasis Microsite yang digelar Komunitas SERU (Sharing Ilmu) bekerja sama dengan PGRI Cabang Karangpawitan, Kamis (24/9/2026).

Mengusung tema “Belajar, Berkarya, dan Berbagi untuk Pembelajaran Bermakna”, kegiatan yang dilaksanakan di Aula GOR PGRI Karangpawitan tersebut menjadi bagian dari rangkaian semangat memperingati Hari Guru Nasional (HGN) 2026. Workshop berlangsung mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai dan diikuti 64 perwakilan guru terbaik dari jenjang TK dan SD di Kecamatan Karangpawitan.

Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman praktis kepada guru dalam membuat media digital berbasis microsite. Media tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan pendidikan, mulai dari membuat laman pembelajaran di kelas, web kelas, web sekolah, hingga laman organisasi yang mudah diakses dan dikembangkan sesuai kebutuhan.

Workshop menghadirkan dua pemateri yang memiliki pengalaman dalam pengelolaan satuan pendidikan, yakni Anti Yulianti, S.Pd., M.Pd., Kepala SDN 5 Karangpawitan, dan Elin Purnamasari, S.Pd., M.Pd., Kepala SDN 1 Karangpawitan. Para peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman konseptual, tetapi juga diarahkan untuk belajar secara langsung membuat dan mengembangkan media digital yang aplikatif.

Kegiatan secara resmi dibuka oleh Ketua PGRI Cabang Karangpawitan, Indra Rakhman, M.Pd., M.G. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi terhadap terselenggaranya kegiatan yang memberikan kesempatan kepada guru untuk meningkatkan kompetensi sekaligus saling berbagi pengalaman.

Ia menekankan bahwa guru perlu terus mengembangkan diri karena dunia pendidikan senantiasa mengalami perubahan. Kemampuan beradaptasi dan kemauan untuk belajar menjadi bagian penting agar guru mampu menghadirkan pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan zaman dan kebutuhan peserta didik.

Sementara itu, Koordinator Pengawas Kecamatan Karangpawitan, Drs. H. Jujun Junaedi, M.Pd., memberikan penguatan bahwa peningkatan kompetensi guru merupakan bagian penting dalam mendorong kemajuan pendidikan di Kecamatan Karangpawitan.

Menurutnya, antusiasme guru mengikuti workshop menjadi bukti adanya keinginan kuat untuk terus belajar dan meningkatkan kualitas diri. Kompetensi yang diperoleh guru diharapkan tidak berhenti pada kegiatan workshop, tetapi diterapkan dalam proses pembelajaran sehingga memberikan dampak nyata bagi peserta didik.

“Kalau kita selalu dipupuk untuk ingin belajar, terutama terkait pendidikan dan kemajuan pendidikan, insyaallah akan memberikan dampak kepada anak-anak kita dalam kegiatan belajar mengajar,” ujarnya.

Ia juga mengajak para guru untuk terus mempertahankan semangat kemajuan dan kebersamaan. Berbagai prestasi yang telah diraih peserta didik, menurutnya, merupakan salah satu bukti bahwa proses pendidikan yang dilakukan secara konsisten dapat melahirkan capaian positif, sekaligus membangun karakter anak.

Jujun berharap semangat tersebut terus dipelihara sehingga pendidikan di Kecamatan Karangpawitan mampu semakin maju dan tetap menjadi salah satu yang terdepan di Kabupaten Garut.

Apresiasi terhadap kegiatan tersebut juga disampaikan Ketua Komunitas SERU, Drs. Arief Ganjar Nugraha, melalui sambungan telepon. Ia menyebut workshop tersebut sebagai langkah konkret yang tepat dalam menjawab kebutuhan guru di tengah perkembangan teknologi digital.

Menurut Arief, kemampuan guru dalam menyusun media pembelajaran yang interaktif, menarik, dan mudah diakses seperti microsite kini semakin penting. Teknologi tidak sekadar menjadi pelengkap pembelajaran, tetapi dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk memperluas ruang belajar dan meningkatkan keterlibatan peserta didik.

“Kemampuan menyusun media pembelajaran yang interaktif dan mudah diakses—seperti microsite—bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah kebutuhan bagi para pendidik agar proses belajar-mengajar di kelas menjadi lebih menarik dan adaptif,” katanya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia Komunitas SERU dan PGRI Cabang Karangpawitan yang telah menyediakan wadah peningkatan kompetensi yang aplikatif. Menurutnya, kegiatan tersebut menunjukkan kepedulian bersama terhadap peningkatan kualitas pendidikan sekaligus membuka ruang bagi guru untuk saling berbagi pengalaman dan praktik baik.

Arief pun mengapresiasi antusiasme para guru yang mengikuti kegiatan. Semangat belajar dan keinginan untuk berinovasi tersebut dinilai menjadi modal penting dalam menghadirkan pembelajaran yang semakin relevan dengan perkembangan zaman.

“Kami berharap ilmu dan keterampilan praktis yang didapatkan dari workshop ini bisa langsung diterapkan di sekolah masing-masing. Semoga sinergi positif seperti ini terus berlanjut dan menjadi pemantik bagi lahirnya inovasi-inovasi pendidikan lainnya di Kecamatan Karangpawitan,” ujarnya. (Jajang Sukmana)