GARUT — SDIT Al-Bayyinah menggelar Perkemahan Mahabbah 2026 bagi siswa kelas atas dan Pesta Siaga 2026 bagi peserta didik kelas bawah di Bumi Perkemahan Patriot, 24–25 September 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran di luar kelas yang dirancang untuk menumbuhkan karakter, kemandirian, kedisiplinan, kekompakan, serta kepedulian siswa terhadap lingkungan.
Mengusung tema “Ksatria Penggalang Berkarakter: Tangguh Menghadapi Tantangan, Disiplin Berakhlak, Nyata Menjaga Bumi,” Mahabbah 2026 tidak sekadar menghadirkan aktivitas perkemahan, tetapi juga memberikan pengalaman belajar yang mengintegrasikan nilai karakter, spiritual, kecintaan terhadap tanah air, kepedulian lingkungan, dan keterampilan hidup.
Kepala SDIT Al-Bayyinah, Popi Nurazizah, S.Pd.I., mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum bagi siswa untuk memperoleh pengalaman yang tidak seluruhnya dapat mereka temukan dalam pembelajaran di ruang kelas. Terlebih, siswa kelas atas mengikuti kegiatan menginap sehingga proses pembentukan kemandirian dan kedisiplinan dapat dilakukan melalui pengalaman langsung.
“Harapan kami setelah kegiatan ini anak-anak mendapatkan pengalaman yang berbeda dari yang biasanya mereka dapatkan di kelas. Mereka belajar mandiri, disiplin, bekerja sama, kompak, sekaligus memiliki kepedulian terhadap lingkungan,” ujarnya.
Mahabbah 2026 dikemas melalui enam kegiatan utama, yakni Jelajah Edukasi dan Lestari Alam, Science Super Camp (SSC), Kaulinan Lembur, Upacara Api Unggun, Kegiatan Keagamaan, serta Parade Baju Recycle. Rangkaian kegiatan tersebut dirancang agar pembelajaran karakter berlangsung secara aktif, menyenangkan, dan dekat dengan kehidupan siswa.
Menurut Popi, unsur kepedulian terhadap lingkungan menjadi salah satu perhatian dalam kegiatan tahun ini. SDIT Al-Bayyinah juga membangun kolaborasi dengan sejumlah pihak, termasuk Dinas Lingkungan Hidup, PMI, dan TNI. Siswa mendapatkan pengalaman mengenai kepedulian lingkungan, pelatihan cuci tangan yang benar, serta berbagai aktivitas yang mendorong keberanian dan keterampilan.
Selain kegiatan edukatif dan lingkungan, siswa juga mendapatkan pengalaman melalui aktivitas seperti panjat tebing, permainan tradisional, serta kegiatan keagamaan. Kehadiran Science Super Camp dan Kaulinan Lembur menjadi pembeda dalam pelaksanaan Mahabbah kali ini, sehingga kegiatan tidak hanya berorientasi pada ketangkasan, tetapi juga menggabungkan sains, budaya, kreativitas, dan permainan tradisional.
“Memang banyak kegiatan yang disesuaikan dengan tema. Ada percaya diri, kemandirian, kedisiplinan, cinta tanah air, spiritual, dan akhlak. Semua itu kami harapkan dapat menjadi pengalaman yang mereka bawa kembali ke sekolah dan kehidupan sehari-hari,” katanya.

Sementara itu, bagi siswa kelas bawah, SDIT Al-Bayyinah menggelar Pesta Siaga 2026 dengan tema “Tunas Siaga Berkarakter, Berani, dan Cinta Lingkungan.” Kegiatan yang dilaksanakan pada 24 September 2026 tersebut juga berlangsung di Bumi Perkemahan Patriot dengan menghadirkan aktivitas yang disesuaikan dengan usia peserta didik.
Empat kegiatan utama Pesta Siaga meliputi Ecoprint, Jelajah Alam, Aksi Cinta Lingkungan, serta Cuci Tangan dan Sikat Gigi. Melalui kegiatan tersebut, siswa diperkenalkan pada kreativitas berbasis alam, keberanian menjelajah, kebiasaan menjaga lingkungan, serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehat.
Popi menambahkan, kegiatan perkemahan dan Pesta Siaga menjadi bagian penting dalam pendidikan karakter sejak dini. Kebersamaan dalam berbagai aktivitas mengajarkan anak untuk saling membantu, bekerja sama, bergotong royong, dan bertanggung jawab terhadap tugas masing-masing.
“Pendidikan seperti ini memang perlu dikenalkan sejak dini. Anak-anak tidak hanya belajar dari buku atau dari kelas, tetapi juga dari lingkungan dan pengalaman langsung. Ketika mereka bersama-sama mengikuti kegiatan, akan tumbuh kekompakan, kepedulian, kemandirian, dan rasa tanggung jawab,” tuturnya.
Bagi SDIT Al-Bayyinah, pelaksanaan Mahabbah bukan pengalaman pertama di lokasi tersebut. Sebelumnya, kegiatan serupa pernah dilaksanakan di Bumi Perkemahan Patriot, kemudian sempat berpindah ke lokasi lain, dan tahun ini kembali digelar di tempat tersebut dengan sejumlah pembaruan konsep dan aktivitas.
“Melalui Mahabbah dan Pesta Siaga 2026, kami berharap pengalaman belajar di alam terbuka dapat menjadi bekal bagi siswa untuk tumbuh sebagai generasi yang tangguh menghadapi tantangan, disiplin dalam menjalankan tanggung jawab, berakhlak dalam pergaulan, mampu bekerja sama, serta memiliki kesadaran nyata untuk menjaga lingkungan,” pungkasnya. (Jajang Sukmana)





































