Refleksi Hari Pendidikan Nasional 2026 “Mengembalikan Adab ke Jantung Pendidikan”

0
22
Ade Yusup

Oleh: Ade Yusup, Guru SD

Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 membawa kita pada sebuah realita yang kontras. Di satu sisi, kita bangga dengan lompatan teknologi pendidikan. Namun di sisi lain, saya sebagai guru SD merasakan kegelisahan yang sama dengan banyak rekan pendidik lainnya: krisis adab di kalangan generasi muda.

1. Pintar Saja Tidak Lagi Cukup

Kita melihat fenomena di mana siswa sangat mahir mengoperasikan teknologi, namun terkadang kehilangan nilai-nilai dasar kesopanan. Krisis adab ini terlihat dari cara berkomunikasi yang instan namun kasar, berkurangnya rasa hormat pada proses, hingga lunturnya empati di dunia maya. Kita harus jujur mengakui, jika kita hanya mengejar nilai akademik, kita sedang mencetak “robot berwujud manusia” yang pintar tapi hampa rasa.

2. Keteladanan dan Pembiasaan (Habituasi)

Menghadapi krisis ini, saya meyakini bahwa solusinya bukan sekadar menambah jam pelajaran agama atau budi pekerti di atas kertas. Solusi nyatanya adalah:

Pendidikan Berbasis Keteladanan, di era digital, guru bukan lagi sumber info, tapi “Model Perilaku”. Saya harus menjadi orang pertama yang menunjukkan bagaimana menggunakan kata “Tolong”, “Maaf”, dan “Terima Kasih”.

Kurikulum Hati, di kelas saya, saya mulai menggeser fokus. Jika teknologi bisa mengerjakan PR mereka, maka saya lebih fokus menilai cara mereka bekerja sama, cara mereka menghargai perbedaan pendapat, dan kejujuran mereka dalam mengakui kesalahan.

Sinergi Sekolah-Rumah, adab tidak bisa diajarkan sendirian oleh guru. Perlu ada jembatan komunikasi yang jujur dengan orang tua untuk menyelaraskan nilai-nilai yang diajarkan di sekolah dan di rumah.

3. Menjaga Marwah Pendidikan

Tugas saya sebagai guru SD bukan hanya memastikan mereka bisa membaca dan berhitung, tapi memastikan mereka memiliki “jangkar moral” yang kuat. Di tahun 2026 ini, saya bertekad menjadikan ruang kelas sebagai persemaian adab, di mana setiap anak belajar bahwa setinggi apa pun ilmu dan kecanggihan teknologi yang mereka miliki, tanpa adab, manusia akan kehilangan kemanusiaannya.

“Adab di atas Ilmu. Karena ilmu tanpa adab hanya akan melahirkan kerusakan, sedangkan ilmu dengan adab akan melahirkan peradaban.”

Selamat Hari Pendidikan Nasional 2026. Mari kita tuntun anak-anak didik kita kembali ke akar jati diri bangsa yang santun, cerdas, dan berakhlak mulia. (*)