Oleh : Septian Nugroho, S.Psi., Gr
Peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun 2026 menjadi momentum penting untuk merefleksikan kembali makna sejati pendidikan dalam kehidupan bangsa. Tidak sekadar seremoni tahunan, peringatan ini mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meneguhkan komitmen dalam membangun sistem pendidikan yang berorientasi pada pengembangan manusia secara utuh. Pendidikan tidak hanya berfungsi sebagai sarana transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai ruang pembentukan karakter, nilai, dan kemanusiaan.
Dalam semangat tersebut, SD Yos Sudarso turut mengambil peran aktif dengan mengusung pendekatan pendidikan berbasis Humaniora. Pendekatan ini menempatkan peserta didik sebagai subjek utama yang memiliki potensi, martabat, dan keunikan masing-masing. Pendidikan Humaniora menekankan pentingnya empati, kepekaan sosial, kemampuan berpikir kritis, serta penghargaan terhadap nilai-nilai kemanusiaan dalam setiap proses pembelajaran.

Melalui berbagai kegiatan pembelajaran dan penguatan karakter, SD Yos Sudarso berupaya menciptakan lingkungan pendidikan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga matang secara emosional dan sosial. Guru tidak hanya berperan sebagai pengajar, melainkan juga sebagai pendamping yang membimbing peserta didik untuk memahami diri, menghargai sesama, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan sekitar. Dengan demikian, proses pendidikan menjadi lebih bermakna dan kontekstual.
Ajakan untuk melaksanakan pendidikan berlandaskan Humaniora ini juga menjadi refleksi bahwa keberhasilan pendidikan tidak semata diukur dari capaian nilai atau prestasi akademik. Lebih dari itu, keberhasilan pendidikan tercermin dari kemampuan peserta didik untuk menjadi manusia yang berintegritas, berempati, dan mampu hidup berdampingan secara harmonis dalam keberagaman. Nilai-nilai inilah yang menjadi fondasi penting dalam membangun peradaban yang berkelanjutan.
Pada akhirnya, peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 mengingatkan kita bahwa pendidikan adalah sarana untuk memanusiakan manusia. SD Yos Sudarso mengajak seluruh pemangku kepentingan pendidikan—guru, orang tua, dan masyarakat—untuk bersama-sama menghadirkan pendidikan yang berpusat pada nilai-nilai kemanusiaan. Dengan menjadikan Humaniora sebagai landasan, diharapkan pendidikan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga bijaksana dan berbudipekerti luhur. (*)































