Garut, 23 Juli 2026 – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 menjadi momentum untuk kembali meneguhkan komitmen seluruh elemen bangsa dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak. Tahun ini, Hari Anak Nasional mengusung semangat “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”, yang mengajak seluruh pihak menghadirkan kasih sayang, perlindungan, serta ruang tumbuh terbaik bagi setiap anak Indonesia.

Kepala SDIT Persis Tarogong 2, Adah Mustahidah, M.Pd.I., menegaskan bahwa anak merupakan amanah sekaligus investasi masa depan yang harus dipersiapkan untuk menghadapi perubahan zaman yang berlangsung sangat cepat. Menurutnya, pendidikan tidak boleh hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga harus mampu membentuk karakter, akhlak mulia, kecakapan hidup, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Pandangan tersebut sejalan dengan nasihat Ali bin Abi Thalib yang masyhur, “Didiklah anak-anakmu sesuai dengan zamannya, karena mereka hidup bukan di zamanmu.” Pesan tersebut mengingatkan bahwa pendidikan harus mampu menyesuaikan diri dengan dinamika zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai agama, moral, dan budaya sebagai fondasi utama kehidupan.

Dalam perspektif Islam, setiap anak lahir membawa fitrah, yaitu potensi kebaikan yang dianugerahkan Allah SWT. Fitrah tersebut perlu dijaga, dipelihara, dan diarahkan agar berkembang menjadi pribadi yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, cerdas, mandiri, serta memiliki kepedulian terhadap sesama. Karena itu, pendidikan anak merupakan tanggung jawab bersama yang melibatkan keluarga sebagai madrasah pertama, sekolah sebagai tempat pembinaan, dan masyarakat sebagai lingkungan yang mendukung proses tumbuh kembang mereka.

“Anak bukanlah miniatur orang dewasa. Mereka sedang berada dalam proses bertumbuh. Tugas kita bukan hanya mengajarkan banyak hal, tetapi juga menjadi teladan, memberikan kasih sayang, membangun komunikasi yang sehat, serta menghadirkan lingkungan yang membuat mereka merasa aman untuk belajar, bereksplorasi, dan berkembang,” ujar Adah Mustahidah.

Di era digital, tantangan yang dihadapi anak semakin kompleks. Kemajuan teknologi membuka akses yang luas terhadap ilmu pengetahuan dan kreativitas, namun di sisi lain juga menghadirkan berbagai risiko apabila tidak disertai pendampingan yang tepat. Oleh sebab itu, peran orang tua sebagai pendidik pertama, guru sebagai pembimbing di sekolah, serta masyarakat sebagai lingkungan sosial menjadi sangat penting dalam membangun literasi digital, memperkuat karakter, menanamkan akhlak mulia, dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis anak.

Hari Anak Nasional juga menjadi pengingat bahwa setiap anak memiliki hak untuk memperoleh pendidikan yang bermutu, perlindungan dari segala bentuk kekerasan, perundungan, diskriminasi, dan eksploitasi, serta kesempatan untuk bermain, berkreasi, menyampaikan pendapat, dan tumbuh dalam lingkungan yang penuh kasih sayang, penghargaan, dan penghormatan terhadap martabatnya.

Melalui momentum Hari Anak Nasional 2026, SDIT Persis Tarogong 2 mengajak seluruh orang tua, pendidik, dan masyarakat untuk terus memperkuat kolaborasi dalam mendampingi setiap tahapan perkembangan anak. Dengan menjaga fitrah mereka, memberikan pendidikan yang relevan dengan tantangan zamannya, serta menanamkan nilai-nilai keislaman dan akhlak mulia sejak dini, diharapkan lahir generasi yang saleh dan salehah, berprestasi, tangguh, adaptif, serta mampu menjadi pemimpin masa depan yang membawa manfaat bagi agama, bangsa, negara, dan kemanusiaan. (Jajang Sukmana)

































