APK PAUD Garut Jadi Sorotan, Bunda PAUD Diminta Aktif Jemput Anak ke Pra-Sekolah

0
150

GARUT — Peningkatan Angka Partisipasi Kasar (APK) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menjadi salah satu perhatian Dinas Pendidikan Kabupaten Garut. Penguatan peran Bunda PAUD hingga tingkat desa dan kelurahan dinilai penting untuk memastikan semakin banyak anak mendapatkan layanan pendidikan pra-sekolah sebelum memasuki jenjang pendidikan dasar.

Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan Pembinaan dan Manajemen PAUD (Pokja Bunda PAUD) yang digelar Dinas Pendidikan Kabupaten Garut di Aula Musadaddiyah, Kecamatan Tarogong Kidul, Kamis (17/9/2026). Kegiatan mengangkat tema “Peran Bunda PAUD dalam Mendukung Wajib Belajar 1 Tahun Pra Sekolah dan Peningkatan APK PAUD”.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Iwan Riswandi, S.IP., mengatakan kesiapan anak untuk mengikuti pembelajaran tidak dapat dibangun secara tiba-tiba. Fondasinya perlu dipersiapkan sejak usia dini melalui layanan PAUD yang berkualitas.

“Salah satunya adalah mempersiapkan anak-anak lebih dini dalam mengikuti pembelajaran mendalam dan bisa bertransformasi melaksanakan digitalisasi pembelajaran. Nah, ini dimulai tentu saja bukan ujug-ujug, yaitu dimulai sejak dini, terutama di tingkat atau di jenjang PAUD,” ujar Iwan.

Menurut Iwan, keberadaan Bunda PAUD di desa dan kelurahan memiliki posisi strategis untuk menggerakkan masyarakat. Tidak hanya mendukung keberadaan lembaga PAUD, Bunda PAUD juga diharapkan mampu mendorong orang tua agar menyadari pentingnya pendidikan pra-sekolah bagi anak.

“Untuk Bunda PAUD, kita berharap peran Bunda PAUD akan lebih memicu anak-anak di desa, di kecamatan, bisa sebelum mengikuti kegiatan pendidikan besar bisa mengikuti kegiatan di pra-sekolah,” katanya.

Dorongan tersebut menjadi semakin penting seiring arah kebijakan pendidikan yang mulai menempatkan masa pra-sekolah sebagai bagian penting dalam kesinambungan pendidikan anak. Iwan mengungkapkan, Dinas Pendidikan Kabupaten Garut saat ini juga tengah merancang grand design wajib belajar 13 tahun yang di dalamnya berkaitan dengan penanganan pendidikan anak usia pra-sekolah.

Di sisi lain, Kepala Seksi PAUD Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Awat Setiawati, S.Pd., M.Si., menyebut pembinaan Pokja Bunda PAUD merupakan agenda rutin tahunan yang tidak sekadar bersifat seremonial. Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk bertukar pengalaman, memperkuat kapasitas, dan menyebarluaskan praktik baik pengelolaan PAUD.

“Alhamdulillah bunda-bunda PAUD yang selalu support, selalu mendukung pelaksanaan PAUD yang ada di desa dan kelurahannya masing-masing, kita bisa sharing, bisa berbagi ilmu, berbagi praktik baik untuk kemajuan PAUD yang ada di desa dan kelurahannya masing-masing,” ujar Awat.

Kegiatan tersebut diikuti Bunda PAUD desa dan kelurahan dari 27 kecamatan di Kabupaten Garut bersama para mitra strategis. Keterlibatan lintas pihak diharapkan mampu memperkuat ekosistem pendidikan anak usia dini hingga ke tingkat paling dekat dengan masyarakat.

Bagi Dinas Pendidikan, peningkatan APK PAUD tidak hanya berkaitan dengan bertambahnya jumlah anak yang masuk lembaga PAUD. Lebih jauh, partisipasi tersebut diharapkan diikuti dengan layanan pendidikan yang berkualitas, lingkungan belajar yang mendukung, serta keterlibatan keluarga dan masyarakat.

Karena itu, Bunda PAUD diharapkan tidak berhenti pada peran administratif atau seremonial, tetapi menjadi penggerak di lapangan dalam mengidentifikasi kebutuhan anak, membangun kesadaran orang tua, dan memperluas akses layanan PAUD.

Dengan penguatan kolaborasi tersebut, Dinas Pendidikan Kabupaten Garut menargetkan partisipasi masyarakat terhadap pendidikan pra-sekolah terus meningkat. Program wajib belajar satu tahun pra-sekolah pun diharapkan memiliki fondasi yang kuat dari desa dan kelurahan, sehingga anak-anak Garut memasuki pendidikan dasar dengan kesiapan yang lebih baik. (Jajang Sukmana/Diskominfo Garut)