GARUT — Dinas Pendidikan Kabupaten Garut menyelenggarakan kegiatan Penguatan Kemampuan Guru SMP dalam Implementasi Pembelajaran Mendalam yang diikuti oleh 390 guru SMP se-Kabupaten Garut tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung di GOR SMPN 2 Tarogong Kidul, Jalan Flamboyan No. 25, Kelurahan Jayaraga, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Rabu (22/4/2026).
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Kasi Kurikulum Bidang SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Dr. Ajang Rusmana, M.Pd. Hadir sebagai narasumber Dr. Darwis, M.Pd. (Pengawas SMP Kabupaten Garut) dan Dr. Rina Mutaqinah, M.Pd. (Widyaiswara BBPMP Jawa Barat), dengan moderator Dr. Endang Kasupardi, M.Pd., serta dipandu oleh MC H. Budi P. Alam, S.Pd., M.Pd.
Dr. Ajang Rusmana menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan memberikan penguatan sekaligus pencerahan kepada para guru terkait implementasi pembelajaran mendalam sebagai bagian dari program prioritas pendidikan. Ia menegaskan bahwa guru sebagai ujung tombak pendidikan di satuan pendidikan perlu memahami secara utuh konsep hingga praktik pembelajaran mendalam.
“Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang komprehensif kepada guru, mulai dari kebijakan hingga implementasi di kelas. Kita menghadirkan narasumber yang kompeten agar materi yang disampaikan benar-benar dapat diaplikasikan,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf karena tidak dapat menghadirkan pimpinan secara langsung untuk membuka kegiatan, mengingat padatnya agenda pendidikan di bulan April. Saat ini, kata dia, Dinas Pendidikan Kabupaten Garut tengah disibukkan dengan berbagai kegiatan prioritas, seperti lomba life skill, Lomba Cepat Tepat (LCT), serta berbagai ajang prestasi siswa yang berlangsung di sejumlah lokasi, termasuk Gedung Lasminingrat, SOR Adiwijaya, dan Islamic Center.

Selain itu, Ajang Rusmana menyinggung pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (TKA) yang tengah berlangsung. Ia mengapresiasi kesiapan sekolah dalam menyelenggarakan TKA meskipun terdapat beberapa kendala teknis, seperti server di hari pertama pelaksanaan.
“Secara umum sekolah sudah siap, hanya saja ada kendala teknis yang tidak bisa diprediksi. Namun sudah disiapkan penjadwalan ulang, sehingga tidak perlu dikhawatirkan,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa keberhasilan kegiatan tidak ditentukan oleh tempat yang megah, melainkan kesiapan peserta dalam menerima dan mengimplementasikan ilmu yang diperoleh.
“Yang terpenting bukan tempatnya, tetapi kesiapan bapak dan ibu guru dalam mengikuti dan mengimplementasikan hasil kegiatan ini di sekolah masing-masing,” tambahnya.
Kegiatan ini juga diikuti mayoritas guru dari sekolah swasta, khususnya dari wilayah Garut bagian tengah dan utara. Hal ini dikarenakan sekolah-sekolah negeri di wilayah perkotaan dinilai telah lebih dahulu mendapatkan pelatihan serupa dari Dinas Pendidikan maupun Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para guru mampu mengimplementasikan pembelajaran mendalam secara optimal, sehingga dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan hasil belajar peserta didik di Kabupaten Garut. (Jajang Sukmana)




































