GARUT — Rapat kedinasan Dinas Pendidikan Kecamatan Tarogong Kidul yang berlangsung di Aula PGRI Cabang Tarogong Kidul, Senin (14/9/2026), menjadi momentum penguatan koordinasi sekaligus pembinaan bagi jajaran pendidikan, khususnya terkait kedisiplinan, kinerja, dan tanggung jawab kepala sekolah.
Rapat tersebut dihadiri Koordinator Pengawas (Korwas) Kecamatan Tarogong Kidul, Elin Ruslina, M.Pd., bersama pengawas Dr. Ida Siti Farida, M.Pd. Sejumlah hal strategis dalam penyelenggaraan pendidikan menjadi bahan pembahasan dalam rapat kedinasan tersebut.
Elin Ruslina menyampaikan, pembahasan antara lain mencakup seleksi Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS), periodesasi, serta rotasi dan mutasi kepala sekolah. Hal tersebut dinilai penting untuk memastikan pengelolaan satuan pendidikan berjalan secara profesional dan sesuai dengan kebutuhan organisasi.
Selain itu, kedisiplinan pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) juga menjadi perhatian. Menurutnya, kedisiplinan tidak hanya berkaitan dengan kehadiran, tetapi juga tercermin dalam kinerja, perilaku, tanggung jawab, serta kepatuhan terhadap ketentuan kedinasan.
Dalam menjalankan tugas, kepala sekolah juga dituntut mampu membangun kolaborasi dan menjaga hubungan kerja yang harmonis. Sikap saling menghormati, loyalitas terhadap tugas dan institusi, serta kemampuan bekerja sama menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan produktif.
Rapat juga menyinggung pentingnya penilaian kinerja dan pemenuhan kewajiban kepala sekolah sebagai pemimpin satuan pendidikan. Kepala sekolah tidak hanya bertanggung jawab terhadap administrasi sekolah, tetapi juga memiliki peran strategis dalam menggerakkan guru, membangun budaya sekolah, serta memastikan proses pendidikan berjalan dengan baik.
Dalam kesempatan tersebut, Elin Ruslina juga mengingatkan pentingnya peran sekolah dalam membentuk karakter peserta didik. Pendidikan karakter tidak cukup hanya disampaikan melalui teori di dalam kelas, tetapi harus diwujudkan melalui berbagai aktivitas dan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari di sekolah.
Salah satu contoh sederhana adalah pelaksanaan upacara bendera. Kegiatan tersebut, menurutnya, bukan sekadar rutinitas setiap pekan, tetapi memiliki banyak nilai positif yang dapat ditanamkan kepada murid, seperti semangat kebangsaan, cinta tanah air, kedisiplinan, tanggung jawab, kepemimpinan, serta sikap saling menghargai.
Karena itu, setiap kegiatan di sekolah diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai ruang pendidikan karakter. Guru dan kepala sekolah memiliki posisi penting untuk memberikan contoh nyata sehingga nilai-nilai positif tidak hanya diketahui oleh murid, tetapi juga menjadi kebiasaan dan bagian dari perilaku mereka. (Jajang Sukmana)



































