SDN 4 Sukagalih Tanamkan Semangat “Jaga Ilmu, Jaga Bumi” Melalui MPLS Ramah

0
44

Garut – SDN 4 Sukagalih mengawali Tahun Ajaran 2026/2027 dengan melaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS) Ramah yang mengedepankan pendidikan karakter, kepedulian terhadap lingkungan, serta suasana belajar yang menyenangkan bagi peserta didik baru, Senin (13/7/2026).

Pelaksanaan MPLS di SDN 4 Sukagalih mengacu pada Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026 tentang Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan. Kegiatan dilaksanakan selama lima hari pada pekan pertama tahun ajaran baru dengan mengedepankan prinsip MPLS Ramah, yaitu ramah terhadap anak, ramah terhadap lingkungan, dan ramah anggaran, serta bebas dari praktik perpeloncoan, kekerasan, maupun pungutan liar.

Kepala SDN 4 Sukagalih, Yulia Susanti, S.Pd., mengatakan bahwa pelaksanaan MPLS tahun ini menjadi momentum untuk menanamkan nilai-nilai positif sejak hari pertama peserta didik memasuki lingkungan sekolah.

Ia menjelaskan, motto SDN 4 Sukagalih, “Jaga Ilmu, Jaga Bumi”, menjadi landasan dalam membentuk peserta didik yang berprestasi, berkarakter, sekaligus memiliki kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

Melalui kegiatan MPLS, peserta didik baru diperkenalkan pada budaya belajar yang positif serta budaya Sekolah Adiwiyata. Berbagai pembiasaan diterapkan sejak awal, seperti menjaga kebersihan lingkungan sekolah, memilah sampah sesuai jenisnya, menghemat penggunaan air dan listrik, serta merawat tanaman dan lingkungan sekitar.

“Dengan pembiasaan tersebut, kami berharap sejak hari pertama bersekolah, anak-anak memahami bahwa menjaga ilmu dilakukan melalui semangat belajar yang sungguh-sungguh, sedangkan menjaga bumi diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Yulia.

Melalui MPLS Ramah, SDN 4 Sukagalih berharap seluruh peserta didik baru dapat beradaptasi dengan lingkungan sekolah secara nyaman, aman, dan menyenangkan, sehingga tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan. (Jajang Sukmana)