GARUT — SMP Negeri 1 Leles tampil gemilang dan berhasil keluar sebagai juara pertama pada babak semifinal sesi pertama Lomba Cerdas Cermat (LCC) Jenjang SMP Tingkat Kabupaten Garut Tahun 2026 yang berlangsung di Gedung Pendopo Kabupaten Garut, Kamis (17/9/2026).
Persaingan pada semifinal sesi pertama berlangsung ketat. Empat tim harus menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam menjawab berbagai pertanyaan yang dibacakan oleh Pengawas Tony Syafari, M.Pd dan Lisda Qodariyah, M.Pd. Keempat peserta tersebut yakni SMP IT Bina Insan Qurani, SMPN 1 Leles, SMPN 2 Garut, dan SMPN 2 Tarogong Kidul.
Hingga memasuki babak rebutan, SMPN 2 Tarogong Kidul sempat memimpin perolehan skor dengan 800 poin. Sementara SMP IT Bina Insan Qurani mengoleksi 500 poin. Kondisi tersebut membuat persaingan semakin terbuka karena dua tim lainnya masih memiliki peluang mengejar ketertinggalan.

Drama justru terjadi pada babak rebutan. SMPN 1 Leles dan SMPN 2 Garut saling kejar dalam perolehan angka. Setiap jawaban benar menjadi sangat berarti karena perolehan skor berubah dengan cepat dan menentukan posisi akhir masing-masing tim.
Dalam persaingan yang berlangsung sengit tersebut, SMPN 1 Leles akhirnya mampu mengamankan posisi teratas dengan skor akhir 1.100 poin. SMPN 2 Garut berada di posisi kedua dengan 950 poin, disusul SMPN 2 Tarogong Kidul dengan 800 poin, dan SMP IT Bina Insan Qurani dengan 500 poin.
Hasil tersebut sekaligus memastikan SMPN 1 Leles melangkah ke babak final LCC Kabupaten Garut 2026. Keberhasilan ini menjadi modal penting bagi tim untuk menghadapi persaingan pada babak selanjutnya.

Sementara itu, bagi SMPN 2 Garut, hasil semifinal kali ini menjadi catatan tersendiri. Tim yang diketahui merupakan juara bertahan LCC Kabupaten Garut tersebut harus rela menempati posisi kedua pada semifinal sesi pertama.
Kepala SMPN 1 Leles, H. Edi Sutisna, S.Pd., M.Pd., yang juga Ketua Rayon 4, menyampaikan apresiasi atas perjuangan para peserta didiknya. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan buah dari persiapan, kerja keras, kekompakan, serta dukungan dari seluruh warga sekolah.
“Alhamdulillah, anak-anak sudah berjuang maksimal. Hasil ini tentu sangat kami syukuri. Yang paling penting, mereka mampu menunjukkan semangat, ketenangan, dan kekompakan selama mengikuti perlombaan,” ujar Edi.
Ia berharap capaian tersebut tidak membuat tim cepat berpuas diri. Sebaliknya, hasil semifinal harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan persiapan menghadapi babak berikutnya.
“Ini belum selesai. Masih ada tahapan selanjutnya yang harus dihadapi. Kami akan terus memberikan dukungan dan melakukan evaluasi agar anak-anak bisa tampil lebih baik lagi,” katanya. (Jajang Sukmana)




































