Garut, 27 Juni 2026 – Sebanyak 48 murid kelas VI SDN 4 Cimuncang resmi dilepas dalam prosesi Perpisahan Siswa Kelas VI sekaligus Pembagian Rapor Murid Kelas I hingga V Tahun Pelajaran 2025/2026 yang berlangsung di lapangan sekolah, Terusan Jalan Gagak Lumayung, Kampung Menger, Kelurahan Cimuncang, Kecamatan Garut Kota, Sabtu (27/6/2026).
Mengusung tema “Setiap Pertemuan Pasti Memiliki Perpisahan, Namun Setiap Kenangan Akan Selalu Abadi dalam Ingatan”, kegiatan berlangsung sederhana namun penuh makna, menjadi momentum perpisahan sekaligus ungkapan rasa syukur atas perjalanan belajar para murid selama enam tahun di bangku sekolah dasar.
Acara dihadiri oleh Plt. Kepala SDN 4 Cimuncang beserta seluruh guru dan tenaga kependidikan, Ketua Komite Sekolah, Ketua dan Sekretaris Umum PGRI Cabang Garut Kota, seluruh orang tua dan wali murid kelas I hingga VI, serta tamu undangan lainnya.

Pada kesempatan tersebut, Ketua PGRI Cabang Garut Kota, Rahmat, S.Pd., memberikan apresiasi kepada para murid yang berprestasi. Ia juga menyerahkan amanah dari seorang hamba Allah berupa penghargaan kepada murid berprestasi sekaligus hafiz Al-Qur’an. Selain itu, santunan turut diberikan kepada anak-anak yatim piatu melalui PGRI Cabang Garut Kota sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap dunia pendidikan.
Perwakilan orang tua murid, Aceng Uun, menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh guru dan pihak sekolah yang telah membimbing, mendidik, serta membentuk karakter anak-anak selama enam tahun.
“Kami mengucapkan terima kasih atas segala ilmu, perhatian, dan kasih sayang yang telah diberikan kepada anak-anak kami. Semoga ilmu yang diperoleh menjadi ilmu yang bermanfaat dan menjadi bekal untuk meraih masa depan serta mampu memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa dan daerah,” ujarnya.

Sementara itu, Plt. Kepala SDN 4 Cimuncang, Risman Munajat, S.Pd., M.Pd., mengingatkan seluruh lulusan agar tidak berhenti menuntut ilmu setelah menyelesaikan pendidikan dasar.
“Perjalanan kalian masih panjang. Pendidikan tidak berhenti sampai di sini karena pemerintah telah menetapkan program Wajib Belajar 12 Tahun. Teruslah belajar, raih cita-cita setinggi mungkin, serta jaga akhlak dan nama baik orang tua maupun almamater,” pesannya.
Suasana paling mengharukan terjadi saat prosesi sungkeman. Dengan balutan tradisi budaya Sunda, para murid terlebih dahulu bersimpuh memohon doa dan restu kepada guru-guru mereka, kemudian dilanjutkan kepada kedua orang tua. Alunan musik kecapi dan suling mengiringi prosesi tersebut, membuat suasana semakin khidmat dan emosional hingga tak sedikit guru, orang tua, maupun murid yang menitikkan air mata.
Selain prosesi pelepasan, acara juga dimeriahkan dengan berbagai penampilan seni yang dibawakan para murid, mulai dari pencak silat, tari tradisional, hingga pertunjukan kreativitas lainnya. Penampilan tersebut menjadi penutup manis yang menambah semarak sekaligus meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh hadirin. (Jajang Sukmana)



































