Sekdis Pendidikan Garut Iwan Riswandi Buka Peningkatan Kompetensi Guru Kelas SD Tahun 2026

0
11

Garut, Rabu (22/7/2026) – Dinas Pendidikan Kabupaten Garut menggelar kegiatan Peningkatan Kompetensi Guru Kelas Jenjang Sekolah Dasar Tahun 2026 dengan mengusung tema “Menguatkan Kompetensi Guru melalui Pembelajaran Mendalam dan Transformasi Digital untuk Mewujudkan Pendidikan Bermutu bagi Semua.” Kegiatan berlangsung di Aula PGRI Cabang Tarogong Kidul.

Sebanyak 126 guru kelas SD mengikuti kegiatan tersebut. Para peserta berasal dari delapan kecamatan, yakni Garut Kota, Tarogong Kidul, Tarogong Kaler, Bayongbong, Samarang, Cilawu, Karangpawitan, dan Banyuresmi.

Kegiatan secara resmi dibuka oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Iwan Riswandi, S.IP. , yang menegaskan bahwa peningkatan kompetensi guru merupakan salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah sekaligus memperkuat capaian mutu pendidikan di Kabupaten Garut.

Menurutnya, guru dituntut terus meningkatkan kemampuan profesional agar mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih mendalam (deep learning), berpusat pada peserta didik, serta memanfaatkan teknologi digital secara efektif dalam proses belajar mengajar.

Iwan Riswandi juga mengajak seluruh guru untuk bersama-sama melakukan berbagai upaya dalam meningkatkan mutu pendidikan, termasuk memperbaiki indikator-indikator yang terdapat pada Rapor Pendidikan. Melalui peningkatan kompetensi guru, diharapkan capaian Rapor Pendidikan setiap satuan pendidikan terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

“Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan, tetapi menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan. Guru harus terus meng-upgrade kompetensinya agar mampu menjawab tantangan perkembangan zaman dan menghadirkan pembelajaran yang bermakna bagi peserta didik,” ujarnya.

Ia berharap, melalui kegiatan ini, para guru memperoleh penguatan pemahaman mengenai pembelajaran mendalam, transformasi digital, serta strategi pembelajaran inovatif yang dapat diterapkan di kelas.

“Mudah-mudahan kualitas proses pembelajaran semakin meningkat dan mampu mendukung terwujudnya pendidikan yang bermutu, inklusif, dan berkeadilan bagi semua di Kabupaten Garut,” pungkasnya. (Jajang Sukmana)