Murid SD Yos Sudarso Belajar di Vihara Dharma Loka, Kenali Budaya, Agama, dan Barongsai

0
35

Garut, Senin (20/7/2026) – Suasana belajar yang berbeda dirasakan murid kelas I dan II SD Yos Sudarso Garut. Mereka mengikuti kegiatan belajar di Vihara Dharma Loka (Kelenteng) Garut karena ruang kelas yang biasa digunakan berdampingan dengan laboratorium komputer dipakai pelaksanaan Olimpiade Sains Nasional Tingkat Provinsi (OSN-P) Tahun 2026.

Kegiatan tersebut justru menjadi pengalaman belajar yang bermakna bagi para murid. Setibanya di Vihara Dharma Loka, mereka disambut langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua Vihara Dharma Loka, Atze, bersama jajaran pengurus.

Selanjutnya, para murid diajak berkeliling dari lantai satu hingga lantai tiga untuk mengenal lebih dekat budaya Tionghoa, sejarah Vihara, makanan khas, serta nilai-nilai kehidupan yang mengajarkan sikap saling menghormati dalam keberagaman.

Plt. Ketua Vihara Dharma Loka, Atze

Di lantai tiga, anak-anak diperkenalkan dengan kesenian tradisional liong dan barongsai. Mereka mendapat penjelasan mengenai sejarah, makna, serta filosofi di balik pertunjukan tersebut. Antusiasme para murid terlihat, salah satu murid mencoba mengenakan kostum barongsai dan menyatakan ketertarikannya untuk menjadi pemain.

Kepala SD Yos Sudarso Garut, Septian Nugroho, S.Psi., mengatakan bahwa kegiatan tersebut memberikan banyak nilai positif yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Anak-anak hari ini mendapatkan pengalaman belajar yang sangat bermakna. Mereka dapat mengenal budaya, makanan khas, serta belajar menghargai perbedaan sehingga tumbuh sikap saling mengenal, menghormati, dan bekerja sama,” ujarnya.

Kepala SD Yos Sudarso Garut, Septian Nugroho, S.Psi

Nugroho juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus Vihara Dharma Loka yang telah menerima dan memfasilitasi kegiatan belajar tersebut.

“Atas nama keluarga besar SD Yos Sudarso, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pengurus Vihara Dharma Loka. Semoga kerja sama yang telah terjalin ini dapat terus berlanjut demi memberikan pengalaman belajar terbaik bagi anak-anak,” katanya.

Menurut Nugroho, hasil kunjungan ini akan ditindaklanjuti dengan membuka kegiatan ekstrakurikuler barongsai di SD Yos Sudarso yang direncanakan mulai dilaksanakan pada Agustus 2026. Sebagai sekolah inklusif, SD Yos Sudarso ingin memberikan kesempatan kepada seluruh peserta didik untuk mengenal dan mengembangkan minat terhadap berbagai budaya.

Sementara itu, Plt. Ketua Vihara Dharma Loka, Atze, menyampaikan rasa bangga dan terima kasih atas kunjungan SD Yos Sudarso. Menurutnya, kunjungan tersebut merupakan kali keempat dilakukan sekolah tersebut sebagai bagian dari pembelajaran luar kelas.

Ia menegaskan bahwa Vihara Dharma Loka terbuka bagi siapa saja, tanpa memandang latar belakang agama, selama ada komunikasi dan koordinasi sebelumnya.

“Kami terbuka untuk siapa pun yang ingin belajar dan mengenal budaya serta sejarah di Vihara Dharma Loka. Tempat ini bukan hanya untuk umat Buddha, tetapi juga menjadi ruang edukasi bagi masyarakat,” ungkapnya.

Atze juga mengungkapkan bahwa Vihara Dharma Loka memiliki dua ruang belajar bahasa Mandarin yang sempat aktif, namun sejak masa pandemi COVID-19 hingga sekarang belum dimanfaatkan karena keterbatasan tenaga pengajar.

Ia berharap ke depan dapat terjalin kerja sama dengan Dinas Pendidikan maupun sekolah-sekolah agar program pembelajaran bahasa Mandarin dapat kembali berjalan.

“Belajar bahasa Mandarin kami buka secara gratis. Tinggal bagaimana kita bersama-sama membangun kemauan dan kolaborasi agar fasilitas yang ada dapat dimanfaatkan untuk memperluas wawasan anak-anak,” pungkasnya. (Jajang Sukmana)