Pramuka Garut Kota Bangkit, Awali Transformasi dengan Orientasi Mabigus

0
154
Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Garut, Drs. Ade Hendarsah, M.M., mengukuhkan petugas upacara bendera Peringatan Hari Pramuka ke-65 Tingkat Kecamatan Garut Kota Tahun 2026.

Garut, 13 Agustus 2026 — Setelah beberapa tahun dinilai mengalami masa “mati suri”, Gerakan Pramuka di Kecamatan Garut Kota mulai menunjukkan geliat baru. Momentum kebangkitan tersebut diawali dengan terpilihnya H. Asep Saepul Mukti, S.Pd., M.Pd., MCE sebagai Ketua Kwartir Ranting (Kwarran) Gerakan Pramuka Garut Kota Masa Bakti 2026–2029 melalui Musyawarah Ranting (Musran) yang digelar pada Sabtu, 9 Mei 2026 lalu.

Sebagai langkah awal membangun kembali kekuatan Gerakan Pramuka di wilayah Garut Kota, Kwarran Gerakan Pramuka Garut Kota menggelar Orientasi Majelis Pembimbing Gugus Depan (Mabigus) dengan tema “Optimalisasi Peran Mabigus yang Kolaboratif dan Berkarakter Guna Mewujudkan Gugus Depan Unggul dan Berprestasi.”

Kegiatan tersebut berlangsung di GOR PGRI Cabang Garut Kota, Kamis (13/8/2026), dan diikuti sebanyak 84 Mabigus dari jenjang SD, SMP, hingga SMA/SMK di lingkungan Kwarran Garut Kota.

Orientasi turut dihadiri Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Garut, Drs. Ade Hendarsah, M.M., Ketua PGRI Cabang Garut Kota, Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S), serta pengurus Kelompok Kerja Guru (KKG) PAI.

Ketua Kwarran Garut Kota, H. Asep Saepul Mukti, mengatakan kegiatan orientasi tersebut menjadi bagian penting untuk menyamakan persepsi seluruh unsur pendidikan mengenai posisi dan peran Gerakan Pramuka dalam membentuk karakter peserta didik.

“Ini dalam rangka menyamakan persepsi bahwa Pramuka itu wajib kita wadahi. Anak-anak kita wajib kita motivasi, guru-guru kita wajib kita beri kesempatan untuk berkreasi dan membangun Pramuka ini, sehingga bisa membawa Gugus Depan di Kota Garut menjadi lebih baik lagi,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan pengukuhan petugas upacara bendera Peringatan Hari Pramuka ke-65 Tingkat Kecamatan Garut Kota Tahun 2026 oleh Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Garut, Drs. Ade Hendarsah, M.M.

Asep menjelaskan, petugas upacara tersebut merupakan Pasukan Pengibar Bendera (Pasbara) yang untuk pertama kalinya dibentuk oleh Kwarran Garut Kota. Para anggotanya merupakan hasil seleksi yang melibatkan sekolah-sekolah di wilayah Kecamatan Garut Kota.

“Alhamdulillah, tahun pertama Pasbara ini dibentuk dan hari ini dikukuhkan oleh Ketua Kwarcab. Anak-anak masih memiliki semangat yang luar biasa. Mereka merupakan hasil seleksi dari sekolah-sekolah yang ada di Garut Kota,” katanya.

Menurutnya, pembentukan Pasbara menjadi salah satu bagian dari upaya Kwarran dalam memberikan ruang kepada peserta didik untuk mengembangkan karakter, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kemampuan bekerja sama.

Asep mengibaratkan Gerakan Pramuka seperti sebuah mutiara yang sangat berharga. Namun, menurutnya, tidak semua orang berani menyentuh atau mengelolanya karena menganggap Pramuka sebagai sesuatu yang sulit dan terlalu berat untuk dilaksanakan.

“Kami menyadari bahwa Pramuka ini, mohon maaf, kalau saya samakan identitasnya dengan mutiara. Mutiara itu sesuatu yang sangat berharga, sesuatu yang ketika orang memegangnya akan menjadi tambah berkilau,” ungkapnya.

Ia mengakui, masih terdapat sekolah yang memandang kegiatan Pramuka sebagai sesuatu yang sulit diterapkan. Karena itu, Kwarran Garut Kota berupaya melakukan pendekatan dan memberikan pendampingan kepada sekolah-sekolah agar tidak lagi merasa kesulitan dalam mengembangkan kegiatan kepramukaan.

“Ketika ada sekolah yang merasa Pramuka itu terlalu wah untuk disentuh, terlalu sulit untuk dilaksanakan, maka kami hadir. Kami ingin membangun pemahaman bahwa Pramuka sebenarnya bisa dilaksanakan sesuai kondisi dan kemampuan masing-masing gugus depan,” ujarnya.

Menurut Asep, saat ini terdapat sejumlah sekolah di Garut Kota yang kegiatan Pramukanya sudah berjalan dengan baik. Namun, ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya berkembang di lingkungan masing-masing sekolah, melainkan dapat menjadi gerakan bersama di tingkat kecamatan.

“Harapan kami, sekolah-sekolah yang sudah berjalan dengan baik bisa menjadi penggerak dan menjadi bagian dari lapisan yang membantu sekolah lain. Kita bersama-sama memajukan Pramuka di Garut Kota,” katanya.

Ia menambahkan, penguatan Gerakan Pramuka juga sejalan dengan pentingnya pendidikan karakter, kedisiplinan, kemandirian, dan pembentukan kepribadian peserta didik.

Asep menegaskan, orientasi Mabigus bukan sekadar kegiatan seremonial. Setelah kegiatan tersebut, Kwarran Garut Kota akan melanjutkan program dengan melakukan pembinaan kepada kepala sekolah dan guru, kemudian dilanjutkan dengan pembinaan kepada peserta didik.

“Setelah kegiatan ini selesai, kami akan melakukan pembinaan kepada guru dan kepala sekolah. Setelah itu, pembinaan akan dilanjutkan kepada murid-muridnya. Jadi, orientasi ini merupakan langkah awal dari rangkaian program yang akan kami jalankan,” jelasnya.

Ia berharap, sinergi antara Kwarran, Mabigus, sekolah, guru, dan organisasi profesi dapat menghidupkan kembali Gerakan Pramuka di Kecamatan Garut Kota sehingga mampu melahirkan generasi yang berkarakter, disiplin, mandiri, kreatif, dan berprestasi. (Jajang Sukmana)